Head LineKriminalPemda

WARGA MENYOAL TARIF PARKIR DI TAJUG GEDE CILODONG, MOBIL PER JAM Rp 20.000

JAMAAH MERASA SEPERTI “DIPALAK”

CIBUNGUR (eNPe.com) – Pembangunan Tajug Gede Cilodong selalu identik dengan masalah. Kini sejumlah warga mengeluh karena tarif parkir yang kelewat mahal. Menurut Ketua Komunitas Masyarakat Purwakarta (KMP) aliran dana parkir mesti jelas ke mana.

“Kita sempat kaget, habis sholat kok kena parkir sampai Rp 20.000. Kita habis sholat lho, rasanya seperti dipalak. Tidak nyaman sekali,” jelas Ibu Euis mengeluhkan soal tarif parkir yang kelewat mahal kepada eNPe.com kemarin.

Ia mengaku kesal dengan kejadian ini. “Mestinya dibedakan antara yang datang niat wisata dan ibadah. Ini dipukul rata,” jelasnya sambil menunjukkan bukti parkirnya.

“Pembangunan Masjid Tajug Gede itu selalu ada masalah. Ini akibat membangun tempat ibadah tanpa keterbukaan. Dugaan korupsinya sejak awal muncul. Soal Parkir saya akan persoalkan ke Dishub.” (Zaenal Abidin, Ketua KMP).

Ahmad Fauzi, satu aktivis mahasiswa menuturkan hal yang sama. “Tarif motor Rp 5.000 tentu ini sangat mahal. Apalagi kita datang untuk sholat,” jelasnya.

Ketua KMP Zaenal Abidin menyatakan tarif parkir di Tajug Gede Cilodong melanggar Perda Perparkiran. “Di Perda itu tarif mobil tidak boleh lebih dari Rp 5.000. Kalau sampai Rp 20 ribu ini bisa masuk delik penipuan,” jelasnya.

Ia mengaku akan menggugat soal ini ke Dinas Perhubungan. “Regulasi soal retribusi parkir mestinya Dishub mengatur soal ini. Jangan gara-gara Ketua DKMnya mantan Bupati terus kalau terjadi pelanggaran dibiarkan saja,” jelas ZA, sapaan Zaenal.

Menurutnya, kasus-kasus yang menyelimuti Tajug Gede Cilodong itu efek dari ketidakterbukaan saat membangun tempat ibadah itu. “Dugaan korupsinya kan banyak. Dan ini terjadi sejak awal. Makanya keberkahannya tidak bakal ada,” jelasnya. (bay/PU).

ARTIKEL SERUPA  BUPATI ANNE DIDUGA TIDAK BISA LAGI SEENAKNYA MENGATUR-ATUR ANGGARAN, KUBU OPOSISI MENGUAT
Tags

Related Articles

Beri Komentar :

Your email address will not be published. Required fields are marked *