Thursday, September 24, 2020
Beranda Head Line WARGA CAMPAKA POSITIF CORONA DIISOLASI DI RUMAHNYA, WARGA RESAH MINTA DIPINDAH KE...

WARGA CAMPAKA POSITIF CORONA DIISOLASI DI RUMAHNYA, WARGA RESAH MINTA DIPINDAH KE RUMAH SAKIT

DIREKTUR RSUD BAYU ASIH : “DIA PASIEN POSITIF CORONA TANPA GEJALA, JADI AMAN DIISOLASI DI RUMAHNYA.”

CAMPAKA (eNPe.com) – Warga Desa Campaka, yang sudah terkonfirmasi positif Corona, oleh RSUD Bayu Asih diputuskan untuk diisolasi di rumahnya. Warga Campaka marah dan resah, meminta agar pasien positif Corona itu dipindahkan ke rumah sakit.

“Warga ini pada Rabu malam lalu dijemput dengan ambulan, suasananya tegang. Karena dinyatakan positif Corona. Tapi warga kaget ketika dia dikembalikan ke kos-kosannya. Kita jadi takut. Kebijakan RSUD Bayu Asih ini meresahkan warga,” jelas Ust Ade Luthfi kepada eNPe.com hari ini (1/5/20).

Ade menambahkan, ia sudah protes ke Pjs Kades Campaka. “Penjelasan dia, warga ini memang positif Corona tapi ketika rapid test dia negatif. Makanya dibolehkan pulang oleh Bayu Asih,” jelas Ust Ade menirukan jawaban Pj Kades Campaka Dadan.

“Pasien dari Campaka ini tipe pasien yang positif Corona tapi tanpa gejala. Pasien jenis ini tidak berbahaya asal diisolasi dengan ketat.” (Direktur RS Bayu Asih dr. H. Agung D. Suriaatmadja, M. Kes).

Kepala Puskesmas Campaka Endang Saefudin membenarkan bahwa warga Campaka berinisial S ini sudah dinyatakan positif Corona oleh Gugus Tugas. “Hasil test swabnya dari Bandung dinyatakan positif Corona,” jelasnya.

Informasi bahwa S positif Corona dia terima pada Rabu pekan ini. “Akhirnya waktu itu kami kerahkan semua bidan desa dan Kades-Kades untuk mencarinya,” jelas Endang.

Ia menambahkan bahwa pasien S dinyatakan PDP Corona sejak tanggal 3 April. Dan dia dirawat di RS Bayu Asih pada 3-5 April 2020, ujarnya.

Pasien S, menurut Kepala Puskesmas ini, dibolehkan pulang karena menunjukkan gejala membaik. “Tapi tiba-tiba hasil test swabnya positif Corona. Maka kami pun mencarinya,” jelasnya.

Ia pun mengerahkan bidan desa dan kades se Kecamatan Campaka. “Semula kami ke rumahnya di Kampung Paldalapan Desa Campaka, tidak ada. Kemudian kami kejar ke Desa Campakasari. Kemudian kami kejar ke Desa Cirende, karena kami dengar dia kos di sana. Ternyata sudah pindah,” ujarnya.

Akhirnya kami temukan di Desa Campaka. “Kemudian oleh Tim Gugus Tugas dijemput dengan pakaian APD lengkap,” kata Endang.

Nah, oleh pihak RSUD Bayu Asih dipulangkan karena, menurut Endang, meskipun hasil swabnya positif Corona, tapi saat ditest ulang dengan rapid test dia malah negatif. “Kita tinggal menunggu saja hasil swab kedua. Makanya kita isolasi di rumahnya,” jelasnya

Ust Ade Luthfi menambahkan, yang membuat warga resah itu, semua tahu kalau dia sudah positif Corona. “Kenapa tidak diisolasi di rumah sakit,” jelasnya.

Apalagi, menurut Ade, isterinya sering keluar untuk belanja. “Dan dia tinggal di daerah yang paling padat di Campaka. Ini kita bisa tiba-tiba jadi positif Corona semua,” jelas Ust Ade.

Ia meminta agar keresahan warga ini diredam dengan cara memindahkan pasien ke rumah sakit. “Saya mendapat keluhan banyak warga, mereka pada ketakutan dan akan meminta agar Gugus Tugas memindahkan pasien itu ke rumah sakit,” jelas Ust Ade,

PASIEN POSITIF CORONA TANPA GEJALA

Sementara itu, Direktur BLUD RS Bayu Asih dr. H. Agung Darwis Suriaatmadja, M.Kes membenarkan kalau pasien itu hasil test swabnya dinyatakan positif.

“Tapi pasien ini tipe pasien dengan positif Corona yang tanpa gejala. Karena saat di rapid test dia negatif. Kita lagi menunggu hasil test swab yang kedua,” jelasnya.

Menurut Agung, pasien positif Corona yang tanpa gejala itu tidak berbahaya. “Asal disiplin diisolasi dan masyarakat menjaga jarak dengan dia maka akan aman,” jelasnya.

Agung menambahkan, kalau pasien posotif Corona tanpa gejala dirawat di rumah sakit, maka dia hanya bengong saja. “Sementara kondisi Bayu Asih sekarang penuh, kita lagi merawat 80 pasien,” jelasnya.

Kebijakan dokter Bayu Asih memulangkan pasien ini tidak melanggar protokol kesehatan. “Saya yakin tim dokter sudah menghitung dengan matang, bahwa pasien ini tidak berbahaya,” jelas Agung.

Sementara itu, staf Camat Campaka menceritakan bahwa warga akan menggelar demo jika warga yang positif Corona itu tidak dipindahkan ke rumah sakit. “Mereka pada ketakutan, tadi informasinya dari 10 Desa akan melakukan penolakan,” jelasnya. (bay/PU).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

JEMBATAN DARURAT BODEMAN AKAN DIBANGUN DARI APBD PERUBAHAN TAHUN ANGGARAN 2020

SUDAH DIAJUKAN ANGGARAN PERUBAHAN SEBESAR Rp 5 MILIAR PURWAKARTA (eNPe.com) - Jembatan Bodeman yang runtuh, menurut satu...

POLDA DAN KEJATI JABAR PERIKSA EMPAT PEJABAT DISTARKIM PURWAKARTA TERKAIT DUGAAN KORUPSI DI 11 PROYEK TERMASUK TAJUG GEDE CILODONG

KETUA KMP : "KAMI AKAN KAWAL SAMPAI TUNTAS." PURWAKARTA (eNPe.com) - Polda dan Kejati Jawa Barat...

TEST SWAB DI RS BAYU ASIH KINI BISA DALAM DUA JAM DIKETAHUI HASILNYA POSITIF CORONA ATAU TIDAK

SETELAH MENDAPAT BANTUAN MESIN PCR DARI GUGUS TUGAS PUSAT PURWAKARTA (eNPe.com) - Test swab -untuk tahu pasien...

SETELAH SEMPAT HABIS, PASIEN DENGAN STATUS PDP MUNCUL LAGI

TINGGAL DUA KECAMATAN YANG MASIH ZONA MERAH PURWAKARTA (eNTe.com) - Setelah sempat sembuh 100%, kini pasien dengan...