Head LinePemdaPolitik

TUNGGAKAN KE TUKANG BANGUNAN DAN SUPLIER PADA PROYEK TAJUG GEDE CILODONG AKHIRNYA DIBAYAR MESKI BELUM LUNAS SEMUA

KMP MAU BURU DUGAAN KETIDAKJELASAN PEMAKAIAN HIBAH Rp 9,5 MILIAR PADA APBD 2019 UNTUK TAJUG GEDE CILODONG

PURWAKARTA (eNPe.com) – Tunggakan pembayaran kepada tukang bangunan dan suplier di proyek pembangunan Tajug Gede Cilodong akhirnya sudah dibayarkan, kemarin. Meski, menurut salah satu tukang itu, pembayaran itu belum semua dilunasi.

“Jadi alhamdulillah akhinrya dibayar juga. Yang sudah dilunasi yang terkait dengan tukang. Sementara beberapa suplier baru dibayar separonya saja, tapi belum lunas semua,” jelas satu tukang kepada eNPe.com hari ini (2/4/20), melalui sambungan telpon.

“Pembayaran tunggakan itu alhamdulillah sudah dilakukan, meski belum semuanya lunas. Tapi perkembangan ini memberi kepastian kepada kita, ada kejelasan kapan mau dilunasi.”

Menurutnya, kemarin semua yang terkait dengan tunggakan pembayaran dikumpulkan oleh pihak pemborong. “Semua dijelaskan duduk persoalannya. Baru kemudian mereka membayar dari uang yang ada,” jelasnya.

Bagi yang belum lunas, menurutnya, sudah dijanjikan akan segera dilunasi. “Sekarang semua lega karena ada titik terang, ada pembayaran dan ada kepastian kapan mau dilunasi,” jelasnya.

Sebelumnya, tukang yang bekerja dan suplier bahan bangunan pada pembangunan emplacement di Tajug Gede Cilodong mengeluh. Keresahan mereka dipicu oleh tunggakan pembayaran yang sudah mundur sampai tiga bulan.

Salah satu tukang kemudian menceritakan kasus ini ke eNPe.com. Kabid Tata Bangunan Dinas Tata Ruang dan Permukiman Muhtar Jalaluddin menegaskan bahwa dari Pemkab dana sebesar Rp 1,8 miliar untuk membangun emplacement itu sudah dibayar lunas.

“Kalau dari pihak kami sudah dibayar lunas. Kalau ternyata ada yang belum dibayar malah saya baru tahu,” jelas Muhtar.

Kasus ini terkait hibah sebesar Rp 9,5 miliar kepada satu institusi TNI di Purwakarta. Dana dari APBD itu digelontorkan dalam bentuk hibah untuk membangun Tajug Gede Cilodong.

Belakangan dari uang sebesar itu, yang baru jelas penggunannya sebesar Rp 1,8 miliar, yang digunakan untuk membangun emplacement. Muhtar saat dikonfirmasi soal sisa anggaran itu untuk apa saja hanya menyatakan,”Selebihnya untuk penataan Tajug Gede.”

Muhtar menjelaskn itu tanpa memerinci, yang dimaksud penataan itu untuk apa saja dan besarnya berapa.

Ketua KMP Zaenal Abidin berjanji akan memburu soal ketidakjelasan hibah sebesar Rp 9,5 miliar ini. “Kita akan ungkap tuntas dugaan penyimpangan ini. Pasti ada persoalan,” jelasnya. (bay/KDR).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close