BisnisHead LinePemda

TERLALU SIBUK URUS TAJUG GEDE CILODONG, KADISTAN DIDUGA ABAIKAN RATUSAN HA PADI GAGAL PANEN

PURWAKARTA (eNPe.com) – Akibat terlalu sibuk mengurusi Tajug Gede Cilodong, Kepala Dinas Pertanian diduga membiarkan ratusan hektare lahan pertanian di Kecamatan Plered Purwakarta gagal panen. Menurut satu petani, mereka selama diterjang kemarau dan kekurangan air, dibiarkan saja oleh Pemkab Purwakarta.

Haji Aseng, satu petani di Desa Rawasari Kecamatan Plered Purwakarta mengeluhkan hal itu kepada kontributor eNPe.com, Asep Coklat, kemarin (10/7). “Sejak kemarau, kami kekurangan air. Kami sudah berusaha semampunya, tapi ya begini hasilnya. Semua lahan kami kering dan mati. Kami gagal panen,” jelasnya.
Di Desa Rawasari, menurut Aseng, ada sekitar puluhan hektare lahan padi kering dan mati. “Kami sangat menyesalkan atas kejadian ini. Petugas tidak ada yang peduli dengan keadaan kami,” jelasnya.

Di lokasi, sepanjang pengamatan media ini, petani sudah berusaha membuat pompa air. Tapi langkah mereka terlambat, akibat kekeringan sudah terlalu lama mendera mereka. “Padi mati mengering, daunnya memerah dan membusuk. Sementara bulir-bulir padi menghitam,” jelas Haji Aseng.

RUGI PULUHAN JUTA

Menurut Aseng, petani di Desa Rawasari memgalami kerugian puluhan juta rupiah. “Belum kerugian akibat kekeringan di desa dan kecamatan lain,” jelasnya.

Aseng mengaku menanam padi di lahan seluas 1.000 meter. “Biasanya dari lahan seluas itu, kami bisa mendapat pagi basah 800 Kg. Tapi sekarang gagal panen, mau apa lagi,” jelasnya.
Menurut Aseng, petani memang mendapat bantuan pompa air. “Tapi bantuan ini tidak merata, sehingga menyebabkan lebih banyak yang gagal panen,” katanya. (sep/PU).

Tags

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *