BisnisHead LinePemda

TANAH ASET DESA CIRENDE DISEWAKAN KE KOREA, WARGA PROTES

ORANG KOREA MULAI BELI HAK GARAP DI DESA CIRENDE

PURWAKARTA (eNPe.com) – Warga Kampung Karanglayung, Desa Cirende Kecamatan Campaka – Purwakarta protes ke Pjs Kades Cirende. Menurut satu warga, protes itu dilancarkan terkait sewa-menyewa lahan aset desa. Warga meminta agar sewa-menyewa itu dibatalkan seiring habisnya masa jabatan kades Cirende.

“Ini aset Desa disewakan ke orang asing dari Korea. Di tanam jati. Di sewa selama 10 tahun. Sekarang orang Korea itu membeli lahan garap warga secara diam-diam. Ini bagaimana. Makanya kami datangi kantor desa untuk mempertanyakan soal ini,” jelas satu warga Karanglayung kepada eNPe.com hari ini (9/9).

Warga, menurutnya, meminta agar Kades lebih mementingkan soal nasib warga. “Kalau aset desa dikuasai asing, bagaimana nasib kami pada masa yang akan datang,” jelasnya.

Semua orang tahu kalau aset desa pelan-pelan dikuasai orang asing. “Ada perwakilannya di sini namanya Samsuri. Jadi menggunakan tangan orang Indonesia,” jelasnya.

Lahan yang disoal warga ada di blok Abaca, seluas 11 hektare. Lahan ini merupakan tanah negara bebas yang dikuasai oleh Desa. Lahan garap seluas 11 ha pada 2010 sebenarnya sudah dibeli oleh PT RSI. Tapi begitu Lurah Tata habis masa jabatannya, tiba-tiba oleh Desa disewakan ke Korea untuk ditanam pohon Jati. Proses pengalihan dari PT RSI ke Korea tanpa sepengetahuan PT RSI.

Jumat pekan lalu, tujuh orang perwakilan warga mendatangi Pjs Kades memprotes soal lahan aset desa yang dikuasai orang Korea. Sejumlah warga meminta agar soal sewa-menyewa mesti diperjelas dan menguntungkan warga.

Tokoh masyarakat setempat Nana S membenarkan kalau ada protes warga. “Saya datang dalam pertemuan itu. Intinya warga meminta agar soal sewa-menyewa lahan menjadi perhatian Pjs Kades,” ujarnya.

ARTIKEL SERUPA  BARU SEKALI TERJADI, BIAYA PERJALANAN KE LUAR NEGERI KADISNAKERTRANS TITOV FIRMAN DICORET ANAK BUAHNYA
MANTAN KADES CIRENDE OON KONIAH

Sayang Nana enggan menjelaskan secara detail soal protes warga itu. “Saya datang hanya sebentar. Jadi tidak tahu secara utuh,” jelasnya.

Mantan Kades Cirende Oon Koniah membenarkan kalau ada warga yang datang ke Desa. “Mereka mempertanyakan jual beli lahan garap. Itu yang mereka tanyakan agar Desa menata sesuai aturan,” jelasnya.

Oon membantah kalau aset desa dikuasai oleh orang Korea. “Yang menguasai itu orang Bekasi,” jelas Oon.

Ketika ditanya, berapa lama orang Korea kuasai lahan blok Abaca dan berapa membayar sewa per tahun, Kades yang baru lengser ini enggan menjelaskan. (bay/KDR).

 

Tags

Related Articles

Beri Komentar :

Your email address will not be published. Required fields are marked *