PemdaPolitikStraight News

TAMBUNAN DIPANGGIL INSPEKTORAT, PIHAKNYA MALAH MENANTANG BUPATI

KPK SUDAH MULAI MELAKUKAN PEMERIKSAAN

PURWAKARTA (newspurwakarta.com)  – Muswin Tambunan, Pejabat di Disnakertrans Pemkab Purwakarta yang melaporkan Bupati Purwakarta ke KPK, dipanggil Inspektorat. Tapi dalam pertemuan itu, Tambunan malah menantang Bupati agar dirinya di BAP.

Muswin Tambunan, pejabat senior di Disnakertrans menyatakan hal itu kepada newspurwakarta.com hari ini (4/3). “Jadi jangan dikira saya takut. Begitu ketemu dengan Inspektorat, saya bilang kok cuma tiga orang. Panggil semua Bupati, Sekda, dan instansi terkait. Kemudian BAP saya. Saya tidak takut. Yang kami perjuangkan ini untuk perbaikan sisten ASN di Purwakarta,” jelas Tambunan.

WUSMIN TAMBUNAN M.Si, PEJABAT SENIOR DI DISNAKERTRANS YANG MELAWAN BUPATI.

Ia mengaku dipanggil Inspektorat Jumat pekan lalu. Dalam undangan itu, Tambunan diminta hadir untuk klarifikasi soal adanya 15 ASN yang melakukan perlawanan terhadap Kebijakan Bupati. “Saya memang sumbernya,” tandas Tambunan di hadapan tim Inspektorat.

Yang menghadapi Tambunan saat itu adalah Plt Inspektorat Aep Durohman, Nuriatna dan Sulis. “Ketiganya nampak diam saja ketika saya tantang,” jelas Tambunan.

Pihaknya menegaskan, saat diperiksa ia mengaku malah mempertanyakan fungsi Inspektorat selama 10 tahun terakhir. “Kerja kalian apa, selama ini dalam proses promosi tidak ada yang benar, tapi anda diam saja. Soal jabatan sejak zaman Dedi Mulyadi tidak ada yang benar,” katanya.

Tambunan menandaskan, selama ini ia diam karena belum menyentuh kepentingan dia sebagai ASN. “Sekarang sudah menyentuh hak konstitusi saya yang diinjak-injak, makanya akan saya lawan,” jelas Tambunan.

Sebelumnya, Tambunan telah melaporkan Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika ke KPK, Komite ASN Pusat, Mendagri dan MenPAN-RB. Dalam laporan itu, Tambunan mengurai dengan data-data yang akurat tentang dugaan KKN yang dilakukan Bupati. Kasus yang diangkat adalah Mutasi Kadisnakertrans Titov Firman SH yang naik promosi tanpa prosedur yang benar.

Tambunan mengaskan akan melakukan perlawanan hukum sampai tuntas. “Kalau tidak ada yang melawan, maka perbaiakan di sistem ASN tidak akan terjadi. Kita ingin tidak ada raja di Purwakarta. Apa fungsi Bupati, kalau peran itu masih dimain-mainkan oleh suaminya,” jelas Tambunan.

SUDAH DIKONTAK KPK

Pada kesempatan itu, Tambunan menjelaskan bahwa pihak KPK sudah mengontaknya untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut. “Saya sudah dikontak penyidik KPK, dan intinya kami siap dipanggil untuk memberikan keterangan sebagai saksi,” katanya.

Pihaknya mengaku lega karena KPK sangat serius untuk menindaklanjuti laporan dia. “KPK bilang laporan sudah sampai ke meja penyidik. Dan akan segera diproses,” jelasnya.

Sayang baik Aep Durohman maupun Titov sampai berita ini turun enggan menjaskan duduk persoalannya. Pertanyaan yang dikirim melalui whatsapp dan sms tidak direspon. (bay/PU).

Tags

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *