BisnisLingkunganPemdaStraight News

SUMBER AIR DI SUKATANI BAKAL HANCUR, AKIBAT GALIAN TANAH MERAH YANG DIDUGA TIDAK BERIZIN

MASYARAKAT MENGELUH KARENA JALAN JADI LICIN

SUKATANI (newspurwakarta.com) РAktivitas penambangan tanah merah, bakal menghancurkan sumber air yang ada di kampung Tegal Gebang Desa Sukatani, Kecamatan Sukatani Purwakarta. Galian tanah merah itu, menurut satu warga, diduga beroperasi tanpa izin dari Pemprov Jawa Barat.

“Di lokasi galian itu, ada sumber air. Kawasan itu selama ini dikenal sebagai daerah resapan air. Suplay air bersih masyarakat dari daerah itu. Ini yang mengkhawatirkan kami,” jelas Jaya warga Desa Sukatani kepada newspurwakarta.com¬†kemarin (27/2).

TANAH DIKERUK TIAP JAM TANPA HENTI

Jaya menambahkan, masyarakat sangat khawatir dengan galian yang tidak berizin itu. “Kalau resapan air itu hancur akibat tanahnya digali, dari mana kami akan mendapat sumber air,” jelas Jaya.

Masyarakat, jelas Jaya, juga mengeluhkan soal jalan yang menjadi rusak dan licin. “Siang dan malam mobil berat lalu lalang membawa tanah merah. Akibatnya jalan hancur. Dan kalau hujan menjadi licin,” jelasnya.

Menurut Jaya, galian tanah merah itu sudah berjalan tiga bulan. “Mereka terus memperluas areal galian. Ini yang semakin membuat warga resah,” jelasnya.

Ia meminta agar Pemkab segera menertibkan galian tanah merah itu. “Sebelum dampak lingkungannya makin luas, lebih baik Pemkab segera menghentikan galian tanah merah itu,” jelasnya.

Sementara itu Kades Sukatani Fariz Ridwan ketika dikonfirmasi soal itu membenarkan kalau izin galian itu hanya seluas 6.000 meter. “Saya pernah mengeluarkan izin lingkungan. Itu hanya untuk lahan 6.000 meter persegi. Kalau sekarang galiannya meluas sampai ke kawasan HGU Mandala, itu saya tidak tahu. Tanyakan saja ke perusahannya,” jelas Fariz.

Sayang, Kades Fariz enggan memberi tahu siapa perusahaan yang menggali tanah tak berizin itu. “Saya tidak tahu perusahaan apa yang menggali tanah merah itu,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Sukatani Panji ketika dikonfirmasi soal izin tanah merah itu lebih memilih diam. Pertanyaan yang dikirim melalui saluran whatsapp dan SMS hanya dibaca saja, tanpa ada jawaban apapun.(sep/PU).

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close