Head LineKriminalPemda

SOAL ASET PEMKAB YANG RAIB, TERJADI “PERAMPOKAN” BESAR-BESARAN DI SEKDA PURWAKARTA

DI SEKDA ASET YANG HILANG MENCAPAI Rp 29,7 MILIAR

PURWAKARTA (eNPe.com) – Dari total Rp 45,5 miliar aset Pemkab Purwakarta yang hilang, Aset yang menguap di Sekda menempati posisi tertinggi, mencapai Rp 29,7 miliar. Melihat laporan LHP BPK 2018, hilangnya aset tetap itu laiknya “perampokan” secara besar-besaran, terstruktur dan masif.

Berdasarkan laporan BPK hasil pemeriksan No. 34.B/LHP/XVIII.BDG/05/2018, tanggal 23 Mei 2018 mengungkapkan bahwa terdapat aset tetap yang hilang. Aset tetap dalam bentuk peralatan dan mesin, yang tidak diketahui keberadaannya sebanyak 574 item barang senilai Rp 18,1 miliar.

KETUA LSM AMARTA TARMAN SONJAYA

Selain itu, masih menurut LHP BPK itu, terdapat aset tetap dalam bentuk gedung dan bangunan yang tidak diketahui rimbanya sebanyak 42 bangunan senilai Rp 11,6 miliar.

Aset yang hilang di Sekda adalah barang-barang yang tahun pembeliannya sejak 2003 sampai 2017.

Aset pada tahun pembelian 2003 terdiri dari 54 item. Di antaranya; Dua Camera Attachment, dua unit komputer kompatibel, tujuh unit CPU, 12 unit PC komputer, tiga tustel, satu unit sound sistem, 10 unit televisi, dan 15 AC split.

Pada 2004, aset Sekda yang hilang mencapai 50 item barang. Di antaranya; 15 PC unit, sembilan AC split, tujuh Televisi dan lain-lain. Pada 2007, aset Sekda yang hilang terdiri dari 23 item. Di antaranya; Satu unit Handycamp, dua unit camera, empat sclide projector, 10 PC Computer dan enam note book.

Aset 2017 yang raib antara lain, AC Split sebanyak 24 unit, 10 unit televisi, sembilan PC Computer, dan lima unit printer.

Ada sebanyak 211 gedung dan bangunan yang tidak jelas keberadaannya. Akibat aset yang hilang sebanyak itu, kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 11,9 miliar.

Sebelumnya, Ketua Amarta Tarman Sonjaya merasa heran dengan aset-aset yang hilang itu. “Kalau orang maling ayam senilai Rp 60 ribu saja ditangkap polisi. Ini ratusan aset nilainya puluhan miliar rupiah tidak ada satupun yang dibekuk. Sungguh aneh,” jelas Tarman.

Media ini sebelumnya memberitakan bahwa ada dua unit lukisan di Dinas Pendidikan senilai Rp 5,4 miliar juga hilang, tidak diketahui keberadaannya. Dua lukisan itu dibeli pada 2005 saat Bupati dijabat oleh Lili Hambali dan pada 2011 saat Bupati dijabat oleh Dedi Mulyadi. (ril/KDR).

 

Tags

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *