BisnisHead LinePemda

SITU DITIMBUN OLEH PENGEMBANG BENTENG MUTIARA EMAS

AMDAL PERUMAHAN ITU DIPERTANYAKAN

PURWAKARTA (eNPe.com) – Developer Perumahan Benteng Mutiara Emas telah menimbun Situ menjadi jalan masuk utama. Menurut aktivis antikorupsi, langkah developer itu bakal merusak lingkungan setempat.

Ketua Komunitas Peduli Purwakarta (KPP) Munawar Cholil menyatakan hal itu kepada eNPe.com kemarin (25/8). “Kalau situ yang selama ini sebagai lokasi penampung air ditimbun, maka persoalan lingkungan akan muncul. Mestinya Pemkab Purwakarta menjaga situ-situ yang ada agar tata kelola air tetap terjaga,” jelas Munawar.

SITU YANG DIURUG

Menurutnya, kasus penimbunan Situ ini mesti dikaji dengan mendalam. “Kita akan cek apakah ada Amdalnya atau tidak. Kalau sampai tidak ada Amdalnya, ini pelanggaran berat,” jelas Munawar.

Sebelumnya, KPP akan segera mengajukan gugatan ke PTUN terhadap lima perumahan. Gugatan itu muncul karena kelima perumahan itu IMBnya diduga bermasalah.

Kelima Perumahan itu adalah Royal Campaka, Benteng Mutiara Emas, Puri Asoka, Griya Eboni Campaka dan Fortuna Campaka Sari. Kelima perumahan itu, menurut Munawar, berdiri di atas lahan sawah.

“Mereka menggunakan acuan RTRW 2017 yang belum berlaku, karena Gubernur belum mengesahkan perubahan RTRW itu,” jelas Munawar.

Sementara, menurut Munawar, lima perumahan itu sudah mengantongi izin IMB, kecuali Royal. “Ini komitmen KPP untuk mempertahankan sawah-sawah di Purwakarta,” jelasnya.

Bupati Anne Ratna Mustika juga pernah menegaskan bahwa pihaknya telah membatalkan izin 24 perumahan di Purwakarta. “Karena mereka berdiri di atas lahan sawah. Ini bisa mengancam ketahanan pangan di Purwakarta,” jelas Anne.

Ia menjelaskan bahwa berapa kebutuhan rumah bagi warga Purwakarta akan dihitung. “Jadi nanti kita akan loloskan izin sesuai kebutuhan saja,” jelas Anne.

Pengamatan media ini di lokasi perumahan Benteng Mutiara Emas menunjukkan bahwa jalan masuk utama perumahan itu dibangun di atas Situ yang diurug. Pengurukan Situ itu hingga kini masih berlangsung. (nur/KDR).

Tags

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *