Head LinePemdaWisata

SEPERTI MENANTANG ULAMA, BUPATI ANNE ABAIKAN HIMBAUAN MUI UNTUK MEMBATALKAN FESTIVAL NYAI POHACI

JIKA DIPAKSAKAN BISA MEMECAH BELAH UMMAT

PURWAKARTA (eNPe.com) – Bupati Purwakarta seperti menantang ulama. Bupati menyepelekan himbauan MUI agar Festival Nyai Pohaci, yang menjadi bagian dari rangkaian hari jadi Purwakarta, dihapus.  Sejumlah pihak menyayangkan sikap Bupati itu.

“Ini polanya sama dengan pendahulunya saat berkuasa. Dulu Dedi Mulyadi saat menjabat sempat melecehkan nilai-nilai Islam. Bukti-butki soal itu masih saya simpan. Sekarang isterinya melakukan hal yang sama. Kita prihatin dengan itu,” jelas Zaenal Abidin pengurus PBB kepada eNPe.com semalam (17/7).

Yang kita sayangkan, menurut Zaenal, Bupati seperti menantang ulama. “Mendapat teguran dari MUI, Bupati tidak melakukan apapun. Bahkan spanduk-spanduk besar di jalan-jalan protokol bertuliskan “Festival Nyai Pohaci” masih tersebar di mana-mana. Ini sepertinya surat teguran MUI tidak digubris,” jelasnya.

Menurut Zaenal, MUI itu representasi ulama-ulama Purwakarta. “Siapa yang mengabaikan ulama, dia akan celaka. Perlu publik tahu, surat MUI itu juga hasil masukan dari banyak ormas Islam yang mengaku resah ketika acara publik diselipi agenda merusak aqidah Islam,” jelasnya.

MUI MINTA DIHAPUS

Sekretarus MUI Dr Yusep Solihudien M.Ag menyatakan MUI memang telah berkirim surat kepada Bupati terkait hal itu. “Ini hanya menghimbau saja, sebaiknya rasa syukur kita terhadap hari jadi Purwakarta jangan diselipi berbagai bentuk pendangkalan aqidah. Ini masukan dari ulama dan ormas Islam. Makanya kita buat surat ke Bupati,” jelas Yusep.

Pihaknya berharap, Bupati bisa memberi contoh yang baik. “Himbauan ulama itu punya nilai-nilai yang baik. Harapan kami semua pihak bisa bijak,” jelasnya. (nur/Pu).

ARTIKEL SERUPA  ASET PEMKAB YANG HILANG SENILAI Rp 45,5 MILIAR. TERMASUK DUA LUKISAN DI DINAS PENDIDIKAN SENILAI Rp 5,4 MILIAR
Tags

Related Articles

Beri Komentar :

Your email address will not be published. Required fields are marked *