Head LinePemdaPolitik

PARA KADES MENOLAK BIAYAI OPERASIONAL AMBULAN DESA

PLAT MOBIL AMBULAN AKAN DIUBAH JADI PLAT MERAH

PURWAKARTA (eNPe) – Semua Kades di Purwakarta menolak membiayai operasional ambulan Desa. Menurut para Kades, sudah sewajarnya pembiayaan operasional ambulan dibebankan ke Pemkab.

Satu Kades di Kecamatan Cibatu Purwakarta menuturkan kepada eNPe.com semalam (6/7). “Ambulan yang lama saja, Pemkab menjanjikan itu. Tapi dalam kenyatannya semua pembiayaan dari uang Desa. Inikan memberatkan. Dan kami merasa dibohongi terus. Makanya keluaran Ambulan yang baru ini wajar kalau para Kades ingin pembiayaan dibebankan ke Pemkab,” jelas Kades itu.

BUPATI ANNE RATNA MUSTIKA

Ia menambahkan, Ambulan itu dibeli dari dana APBD. “Jadi wajar kalau kami ini mengajukan ke Pemkab agar plat nomornya diubah jadi merah. Dengan begitu semua beban menjadi tanggung jawab Pemkab.

Sementara Kades lain dari Kecamatan Pesawahan mengeluhkan hal yang sama. “Operasional Ambulan itu tidak kecil. Dari urusan bensin, perawatan dan pajak. Persoalan ini sempat memicu polemik di masyarakat. Karena saat itu kami memutuskan agar beban operasional ditanggung bersama masyarakat. Tapi karena memicu persoalan, maka kami batalkan. Jalan satu-satunya jalan ya dibebankan ke Pemkab,” jelasnya.

Hal senada disampaikan oleh satu Kades di Kecamatan Tegalwaru. “Kontraknya dengan Pemkab memang plat hitam. Tapi dengan melihat kemampuan keuangan Desa, maka kami mengusulkan agar soal biaya operasional dibebankan ke APBD. Kami menghindari polemik di masyarakat. Kemampuan masyarakat juga rendah. Kita tidak tega kalau membebankan ini ke mereka,” jelasnya.

PROGRAM AMBURADUL

Sementara itu Koordinator Komunitas Masyarakat Purwakarta (KMP) Zaenal Abidin menilai dengan adanya protes para Kades mempersoalkan dana operasional membuktikan bahwa program Ambulan Desa itu amburadul.

ZAENAL ABIDIN

“Bupati Anne tidak mampu berfikir matang soal program ini. Membebankan biaya operasional ke Kades itu persoalan serius. Akan jadi beban berkepanjangan,” jelasnya.

Sementara itu, menurut Zaenal, keuangan Pemkab juga lagi penyakitan. Ibarat kanker sekarang stadium empat. “Kita lihat RSUD Bayu Asih saja mau bangkrut. Itu artinya Pemkab tidak mampu selesaikan soal keuangan untuk Bayu Asih. Ini apalagi mendapat tekanan dari Kades agar operasional Ambulan dibebankan ke APBD. Betapa ricuhnya soal Ambulan ini,” jelasnya.

Zaenal menyatakan, Bupati mestinya tidak usah memasang wajah cantiknya di ambulan-ambulan itu. Masyarakat tidak peduli dengan pencitraan murahan seperti itu.

“Kewajiban Bupati itu bukan mempercantik ambulan, tapi percantiklah APBD, sehingga keuangan Pemkab jadi sehat. Tapi apa dia mampu meningkatkan PAD secara signifikan. Kami meragukan itu,” jelasnya.

Wakil Bupati Purwakarta H. Aming dan Ketua Apdesi Purwakarta Anwar Sadat enggan menjawab konfirmasi media ini terkait persoalan ambulan Desa ini. Pertanyaan yang dikirim melalui whatsapp tidak direspon oleh yang bersangkutan.(bay/tor/PU).

Tags

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *