Head LineKecamatanKomunitasPemda

SEBANYAK 15 WARGA DATANG KE DINAS PMPTSP MEMPROTES PEMBANGUNAN PESANTREN DI WANAYASA, KHAWATIR MERUSAK LINGKUNGAN

ALI HAIDAR PEMILIK PESANTREN : “YANG KAMI BANGUN ITU GREEN PESANTREN, SANGAT PRO LINGKUNGAN.”

WANAYASA (eNPe.com) – Segelintir warga Desa Wanayasa, Kecamatan Wanayasa mendatangi kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPTSP) hari ini (18/03/20). Mereka datang untuk memprotes rencana pembangunan pesantren berbasis lingkungan di Kampung Krajan Desa Wanayasa, dengan alasan pembangunan itu akan merusak lingkungan.

Rombongan yang mengaku mewakili sejumlah warga itu diterima oleh Sekretaris DPTSP Yayat Hidayat dan Kabid Perizinan dan non perizinan Pramuji Nugroho. Rombongan kecil itu dipimpin oleh aktivis Budaya asal Wanayasa Ayi Kurnia Iskandar.

“Kami sudah menyerahkan berkas terkait pembangunan pesantren itu. Kami menolak karena pesantren itu bakal merusak lingkungan, mengancam sumber air dan tata ruangnya tidak tepat,” jelas Ayi.

“PESANTREN YANG KAMI BANGUN ITU BERBASIS LINGKUNGAN. SEMUA BANGUNAN DARI KAYU. KAMI SANGAT MENGHARGAI ALAM. SOAL AIR JUGA KAMI AKAN AMBIL AIR DARI LAHAN SENDIRI. TIDAK MENGGUNAKAN AIR MILIK WARGA.” (ALI HAIDAR, PEMILIK PESANTREN, OWNER JARINGAN OPTIK SADANG).

Ayi mengaku datang ke PTSP mewakili 221 warga yang mengaku keberatan. “Mereka sudah tanda tangan, sebagian besar dari warga RT 8 yang selama ini memakai sumber air itu yang ada disekitar areal yang akan dibangun. Jadi kami sangat khawatir akan sumber air itu,” jelas Ayi.

Menurutnya,”Kami khawatir degan masa depan kampung kami. Masa depan anak cucu kami. Kami tidak mau bencana melanda kampung kami. Jika pembangunan itu dilanjutkan jelas akan mengganggu tiga mata air yang ada di lokasi itu. Sedangkan mata air itu adalah mata air yang dikonsumsi oleh warga Wanayasa.”

Kalau mau membangun pesantren, jelas Ayi, silahkan di tempat lain. “Pilih tempat yang sesuai dan tepat. Jika perlu, saya akan membantu mencarikan lokasi yang tepat itu,” pinta Ayi.

ARTIKEL SERUPA  KAPOLRES BARU DAN BERBAGAI DUGAAN KORUPSI DANA DESA DI PURWAKARTA

Intinya, menurut Ayi, kami menolak perusakan lingkungan. “Kami cinta Islam dan lingkungan yang terjaga keseimbangannya,” jelas Ayi.

Pihaknya menambahkan bahwa yang akan dibangun di sana itu bukan pesantren. “Mereka akan membangun boarding school. Bukan pesantren,” katanya.

Ketika ditanya, apakah pesantren Ajengan Adang itu pesantren atau boarding school? Ayi hanya menyatakan,”Gak tau tuh. Tanya saja sama om google?”

PESANTREN BERBASIS ALAM

Sementara itu, Ali Haidar pemilik pesantren yang akan dibangun itu menjelaskan, sebenarnya banyak yang salah paham soal pesantren yang akan kami bangun ini. “Tapi mereka telanjur bergerak,” ujar pengusaha sukses pemilik jaringan Optik Sadang ini.

“Kami ini besar dalam tradisi Islam yang kuat dan pebisnis. Kami sangat tahu bagaimana memperlakukan alam. Kami juga taat aturan. Tapi kami memahami protes mereka,” jelas Ali, pengusaha yang dikenal anti riba ini.

Menurutnya, sejak awal izin semua sudah diurus. Warga Kampung Krajan itu sangat mendukung. Karena sejak awal kami datang baik-baik. “Jalan yang kami bangun itu sudah ada IMB-nya. Saat itu, kami mau langsung urus IMB pembangunan pesantrennya. Tapi pihak Dinas menyatakan nanti saja sambil jalan. Jadi keliru kalau ada yang bilang kami tidak punya IMB,” jelasnya.

Tanah yang kami bebaskan, menurut Ali, setelah dibangun juga akan kami wakafkan ke masyarakat. “Jadi tidak ada ambisi pribadi. Pembangunannya juga banyak orang mampu yang bakal ikut membantu,” ujatnya.

Dan pesantren kami ini, menurutnya, akan dibangun dengan konsep hijau. “Semua bangunan dari kayu. Tentu kecuali kamar mandi. Jadi jangan khawatir soal lingkungan. Kami paham soal itu,” jelasnya.

Menurut Ali pihaknya mengakui sudah melakukan perataan tanah. “Itu kami lakukan semata untuk menata, dan itu tidak mungkin pake cangkul. Setelah tertata baru kami bangun dengan konsep green,” jelasnya.

ARTIKEL SERUPA  TAMAN YANG DIBANGUN PEMKAB PURWAKARTA, DI JALAN TENGAH, AKAN DIJUAL OLEH PEMILIKNYA

Terkait dengan kekawatiran soal air warga yang akan terganggu, Ali menjelaskan begini,”Kami ini sudah berhitung matang soal air. Pasokan air milik warga itu tidak akan kami ganggu sedikitpun. Ini karena di areal kami ada sumber air yang besar. Dan sudah kami hitung kebutuhan air kami cukup dari sumber air sendiri. Bahkan, ada satu warga pemilik salah satu sumber air mempersilahkan kami untuk mengambil. Orang itu ingin ikut menikmati pahala. Tapi tawaran itu belum kami putuskan.”

Menurut Ali, warga Wanayasa itu religius dan kapasitas intelektualnya sangat memadahi. “Kalau sampai terhasut soal ancaman air saya kira mesti diluruskan,” jelasnya.

Ali menegaskan, pesantren Tahfidz ini akan diprioritaskan untuk warga sekitar yang tidak mampu. “Santri dari keluarga miskin dan anak yatim saya jamin gratis,” jelasnya.

Nanti, jelas Ali, pihak pesantren akan membagi beras secara rutin kepada warga sekitar yang kurang mampu dan berhak menerimanya. “Selama ini kami rutin tiap bulan membagi beras ke warga yang kurang mampu di Purwakarta per KK sebesar 5 Kg. Ada 100 KK yang sudah kami berikan secara rutin,” jelas Ali.

Pihaknya berharap warga bisa dengan dingin menanggapi soal ini. “Kami datang untuk berdakwah, membangun agama agar yang sudah bagus makin bagus. Kami paham soal lingkungan dan bagaimana menghargainya. Kami juga taat terhadap aturan. Kalau kami melanggar peruntukan pasti IMB untuk membangun jalan tidak bakal keluar,” jelas Ali.

Ia menyatakan siap berdiskusi dengan siapapun yang masih belum bisa menerima konsep pesantrennya. “Memang lebih baik ada dialog, karena dalam dialog itu akan ada kompromi untuk kebaikan bersama,’ jelas Ali.

Sementara itu, Sekretaris DPMPTSP Yayat Hidayat ketika dikonfirmasi soal itu enggan menjawab pertanyaan yang dikirim oleh media ini. Tapi satu pejabat di dinas itu menyatakan sikap Dinas itu normatif saja. “Selama pihak pesantren bisa mengurus IMB maka pesantren itu boleh dibangun. Kami juga tahu kondisi riil di lapangan. Masukan itu dari banyak pihak,” jelasnya.(ril/PU)

ARTIKEL SERUPA  GALIAN TAMBANG MASIH BEROPERASI, KMP AKAN TUNTUT BUPATI DAN PENGUSAHA SECARA PIDANA DAN PERDATA

Tags

Related Articles

Beri Komentar :

Your email address will not be published. Required fields are marked *