FeaturesHead LinePemda

RUMAH PENGGALI KUBUR DI NAGRI TENGAH ITU ROBOH, RATA DENGAN TANAH

BUPATI ABAIKAN NASIB KARTA

PURWAKARTA (newspurwakarta.com) – Karta dan isterinya Ade, hari-hari ini sedang meratapi nasibnya. Dua hari yang lalu, rumahnya roboh akibat rapuh. Berprofesi sebagai penjaga kubur di RW 08 Kelurahan Nagri Tengah, Purwakarta, selama ini Karta hidup dalam gelimang kemiskinan.

Karta tinggal di jalan Kamboja, di atas lahan wakaf pemakaman, ia bangun rumah ala kadarnya. Pada siang hari, tiba-tiba rumah itu runtuh, rata dengan tanah. “Untung saya lagi di luar rumah,” jelas Karta.

Kini, keluarga Karta hanya bisa meratapi nasibnya. Ia tentu menunggu uluran tangan dari para relawan. Selama ini Karta adalah penjaga dan penggali kubur. Hidupnya sangat tergantung dari upah sebagai penggali kubur, tiap kali ada yang meninggal.

Karta mengeluhkan soal bangunan rumahnya yang tidak layak huni. Meski tinggal hanya sepelemparan batu dari gedung Pemkab Purwakarta, tapi nasib Karta tidak pernah dilihat oleh Pemkab Purwakarta.

Bahkan kondisi rumah Karta yang tidak layak huni, sebenarnya sudah diketahui oleh warga dan perangkat kelurahan setempat. Tapi nasib belum berpihak ke dirinya.

Bupati dan aparat dinas terkait lebih sibuk pencitraan. Sementara kemiskinan yang ada di depan mata, tidak dilirik barang sekejap.

Karta kini hidup dari belas kasihan orang lain. Dalam kondisi seperti ini, Bupati ataupun Wakilnya lagi diuji. Komitmennya terhadap warganya yang miskin itu sekedar omongan atau bisa menjadi tindakan nyata. (ril/PU)

ARTIKEL SERUPA  LOKASI TAMBANG PASIR H. ENTIS, AHIN DAN ASEP ABDULLOH TIDAK MENGANTONGI IZIN
Tags

Related Articles

Beri Komentar :

Your email address will not be published. Required fields are marked *