BisnisHead LinePemda

RSUD BAYU ASIH TERANCAM BANGKRUT, SUDAH TIDAK MAMPU MEMBAYAR TUNJANGAN DOKTER DAN KARYAWAN

TOTAL PIUTANG MACET KE PEMDA DAN BPJS Rp 40 MILIAR

PURWAKARTA (eNPe) – RSUD Bayu Asih terancam bangkrut. Sejumlah dokter dan karyawan resah, akibat rumah sakit ini tidak mampu membayar tunjangan pelayanan kepada dokter, perawat dan staf.

Seorang dokter senior menceritakan hal itu kepada eNPe.com pagi ini (4/7). “Keuangan Bayu Asih terus merosot. Ini sudah beberapa bulan tidak mampu membayar tunjangan jasa pelayanan. Buat kami juga merepotkan, dan menurunkan kinerja secara keseluruhan,” jelasnya.

Ia menceritakan, penyebab utama merosotnya keuangan Bayu Asih akibat piutang yang tidak kunjung tertagih. Piutang itu datang dari Pemkab Purwakarta sebesar Rp 24 miliar dan Piutang BPJS sebesar Rp 16 miliar. Ini persoalan lama sejak 2016,” jelasnya.

Pada sisi lain, pembelian obat mesti kontan. “Sementara dari Pemkab meminta agar manajemen menjalankan layanan Jampis buat orang miskin tidak boleh terhenti. Ini yang makin membuat parah keuangan,” jelasnya.

UTANG KE BANK

Sementara itu, Direktur RSUD Bayu Asih Agung Darwis, kepada Pikrian Rakyat menyatakan, pihaknya akan mengajukan pinjaman ke bank karena mengalami kesulitan likuiditas sehubungan dengan banyaknya tagihan kepada pemerintah daerah dan BPJS yang tidak bisa diselesaikan selama beberapa bulan ini.

“Pinjaman ke bank itu terpaksa dilakukan untuk membayar hutang obat-obatan kepada perusahaan farmasi dan membayar tunjangan jasa pelayanan bagi dokter, perawat dan pegawai rumah sakit,” jelas Agung.

Ia mengaku tagihan RSUD yang belum bisa ditagihkan ke Pemkab Purwakarta yaitu hutang Jampis tahun 2017 dan 2018 sebesar Rp 24 miliar dan tagihan kepada BPJS sebesar 16 miliar.

“Yang menjadi masalah, pembelian obat kepada pihak ketiga oleh rumah sakit tidak bisa ditempo sementara keuangan rumah sakit mengalami masalah,” jelasnya. (bay/PU).

Tags

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *