BisnisHead LinePemda

ROBOHNYA JEMBATAN BODEMAN ADALAH SATU KASUS DUGAAN KORUPSI YANG BESAR, JALAN BETON YANG DIBANGUN TANPA ADA RANGKA BAJANYA

KMP TEMUKAN TIGA INDIKASI DUGAAN KORUPSI PADA SKANDAL RUNTUHNYA JEMBATAN BODEMAN

PURWAKARTA (eNPe.com) – Robohnya jembatan Bodeman, di Desa Cijunti Kecamatan Campaka, menurut satu aktivis antikorupsi Purwakarta, mengindikasikan adanya dugaan korupsi skala besar. Menurutnya, hanya di Purwakarta satu jembatan bisa roboh total.

Zaenal Abidin, Ketua Komunitas Masyarakat Purwakarta (KMP) menegaskan itu kepada eNPe.com semalam (7/4/20). “Setelah KMP lihat fisik lokasi secara langsung, Kami menemukan beberapa indikasi kuat adanya korupsi skala besar,” jelas Zaenal.

“Setelah sidak ke lapangan, KMP menemukan tiga indikasi kuat bahwa robohnya jembatan Bodeman patut diduga hasil korupsi skala besar.” (Zaenal Abidin, Ketua KMP).

Pihaknya menambahkan, jalan yang roboh itu menjadi patah-patah. “Fakta ini membuktikan bahwa jalan beton di sekitar jembatan dibangun tanpa kerangka baja yang standard. Kita punya foto-fotonya, bahwa jalan yang dibangun tanpa kerangka besi. Ini indikasi pertama,” jelas Zaenal.

Indikasi kedua, jelas Zaenal adalah tidak adanya dudukan penopang jalan pada kerangka jembatan itu. “Ini yang mengakibatkan beban dari badan jalan menjadi berat. Adanya tekanan inilah yang mempercepat proses keruntuhan jembatan,” jelasnya.

PATAHAN PADA BETON JALAN TIDAK MENUNJUKKAN ADA BESI BERTULANGNYA

Indikasi ketiga, menurut Zaenal adalah aspek perencanaan yang asal-asalan. “Dari cerita masyarakat jembatan itu dulunya adalah jembatan gantung. Dulu dibangun jembatan gantung karena tanahnya labil. Jadi karena pada aspek perencanaan tidak mempertimbangkan kontur tanah yang lembek, maka jematan hancur,” ujarnya.

Adanya indikasi itulah, menurut Zaenal, akan dijadikan bahan untuk menempuh jalur hukum. “Tapi kita masih menunggu tim independen dari ITB yang akan menilai secara objektif posisi jembatan itu,” jelas ZA sapaan Zaenal.

SAMA DENGAN CIHAMBULU

Pihaknya menilai bahwa kasus rontoknya jembatan Bodeman sama persis kasusnya dengan jembatan Cihambulu. “Kalau dugaan saya banditnya juga orangnya itu-itu juga,” jelasnya.

SISA JALAN BETON SETEBAL 25 CM INI DIBANGUN TANPA KERANGKA BESI APAPUN.

Makanya, menurut Zaenal, KMP akan menelusuri ini dengan serius. “Kita akan ungkap habis dugaan korupsinya sampai tuntas,’ jelas Zaenal.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Bina Marga dan Pengairan Ryan Octavia ketika dikonfirmasi soal itu hanya menyatakan pihaknya menunggu kajian yang akan dilakukan oleh Pusjatan di Bandung. “Kita sudah berkirim surat resmi ke Pusjatan senin lalu,” jelas Ryan.

Ketika ditanya, apakah jalan beton yang dibangun tanpa kerangka besi menyalahi atau tidak, Ryan menyatakan,”Kami tetap akan menunggu masukan dan kajian lapangan dari Pusjatan,” jelas Ryan.

RETAKAN PADA JALAN YANG MASIH UTUH JUGA TIDAK DITEMUKAN KERANGKA BESI BAJA DI JALAN BETON ITU

Maka dari itu, menurutnya, pihaknya belum bisa memutuskan apapun. “Kita akan bangun ulang atau dipindah lokasinya akan tetap menunggu hasil kerja Pusjatan,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Purwakarta Ahmad Sanusi meminta agar Bupati memprioritaskan agar ada jalan darurat dulu. “Ini agar arus lalu lintas normal kembali,” jelas Amor sapaan akrab Ahmad.

Menanggapi permintaan Ketua DPRD, Ryan menyatakan akan berusaha semaksimal mungkin agar jalan itu bisa segera bisa dilalui. “Kita sudah menurunkan alat berat, pertama untuk mengatur aliran air agar normal, nanti baru diupayakan soal jalan darutar,” jelas Ryan.

Sesuai UU Jasa Konstruksi, menurut satu Pengurus Gapensi Purwakarta usia jembatan adalah 25 tahun. Kalau baru lima atau 10 tahun jembatan itu hancur maka masih menjadi tanggung jawab kontraktor,” jelas pengurus itu. (bay/nur/PU)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close