BisnisFeaturesHead LineLingkungan

PT INDO BHARAT RAYON RACUNI WARGA LAGI, KEJADIAN YANG TERUS BERULANG

WPLH RI : “MESTINYA DIPROSES SECARA HUKUM

SORE itu, warga Kampung Sawah, persisnya di RT/RW 04/02 Desa Cilangkap Kecamatan Babakan Cikao Purwakarta mendadak heboh. Sejumlah 16 warga mendadak pusing-pusing dan mual. Beberapa orang sampai muntah dan pingsan.

Pada saat yang bersamaan, asap dari PT Indo Bharat Rayon perlahan turun ke pemukiman. Asap beracun itulah yang membuat warga bergelimpangan. Itulah yang terjadi di Kampung Sawah pada Selasa (4/2) pukul 17.15. Untuk kesekian kalinya PT IBR mengirim racun ke warga sekitar pabrik.

Tim unit Medis dari PT IBR, mendengar kehebohan itu pun turun ke lokasi. Semua yang keracunan di bawa ke klinik perusahaan. Kecuali Triana (45), mesti dibawa RS Amira karena yang bersangkutan hamil.

Humas PT IBR Irwan Setiawan menegaskan, terjadinya keracunan bukan akibat kebocoran cerobong. “Ini akibat faktor alam, hembusan angin yang terlalu kencang,” jelasnya.

“Kasus keracunan ini akibat faktor alam, bukan soal kebocoran cerobong asap.” (Irwan Setiawan Humas PT IBR)

Kasus kebocoran gas, baik cerobong maupun pipa pembuangan sering terjadi di PT IBR. Kejadian minggu ini adalah kasus yang terus berulang. Dan tiap kali ini terjadi, selalu memakan korban.

PT IBR pula yang telah divonis pengadilan akibat membuang limbah B3 ke Kali Mati. Saat itu Wahana Pemerhati Lingkungan Hidup (WPLH RI) yang menggugat kasus ini ke pengadilan dan menang. PT IBR diganjar denda Rp 2 miliar dan wajib membersihkan Kali Mati menjadi seperti semula

WPLH RI : KASUS INI MESTI MASUK PENGADILAN

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika meminta agar PT IBR bertanggung jawab terhadap warga yang kena racun. Kalau mereka tidak mengambil tindakan, maka Pemkab yang akan melaporkan kasus ini ke instansi berwenang.

“Kalau mereka tidak mengurus warga sampai tuntas, kami bisa meninjau izin mereka. Kami akan lapor ke instansi yang terkait dengan penindakan kasus keracunan ini,” jelas Anne.

“Kasus ini sudah sering terjadi dan terus berulang. Tapi tidak ada yang sampai ke pengadilan. Padahal korbannya begitu banyak.” (Teddy M Hartawan).

Ketua Umum DPP WPLH RI Teddy M Hartawan menegaskan, kasus keracunan warga ini sudah berulang-ulang terjadi. “Sayang kasus seperti ini selalu menempuh jalan damai. Karena itulah PT IBR akan terus mengulang kesalahan yang sama,” jelas Teddy.

Pihaknya menyayangkan penegakan hukum dalam kasus lingkungan yang tidak pernah beres. “Selama ini PT IBR dan PT SPV sering meracuni warga. Tapi tidak ada satupun yang sampai ke pengadilan. Padahal sudah begitu banyak memakan korban,” keluh Teddy. (nur/PU)

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close