BisnisHead LinePemda

PT EINSTREN PHK 1.600 BURUHNYA, EFEK DARI UMR YANG TERLALU TINGGI

PERUSAHAAN AKAN RELOKASI KE TEGAL

PURWAKARTA (eNPe.com) – PT Einstren pada akhir Agustus lalu telah memPHK 1.600 karyawannya. Menurut pihak manajemen PHK itu akan terus dilakukan terhadap 9.700 buruhnya. Perusahaan ini akan merelokasi bisnisnya ke Tegal Jawa Tengah.

Sementara itu, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Purwakarta belum menerima laporan PHK terhadap 1.600 buruh PT. Einstren tersebut.

BURUH SELALU DALAM POSISI LEMAH

“Aturannya perusahaan berkewajiban melaporkan ke Disnaker mengenai PHK tapi sampai sekarang belum menerima laporan dari PT Einstren,” kata Kepala Disnakertrans Titov Firman di ruang kerjanya, kemarin (23/9) kepada sejumlah media.

Titov menyatakan, pihaknya akan memanggil manajemen PT Einstren guna mendapatkan informasi yang jelas mengenai PHK massal di perusahaan tersebut. “Disnaker akan memanggil manajemen PT. Einstren dalam waktu dekat ini,” katanya.

EFEK UMK TERLALU TINGGI

Sementara itu, Ketua Asosiasi Perusahaan Indonesia (Apindo) Purwakarta Gatot Prasetyoko menegaskan bahwa perusahaan garment yang bisa menyerap banyak tenaga kerja tidak cocok untuk menjalankan bisnisnya di daerah Purwakarta. Pasalnya, upah minimum kabupaten (UMK) Purwakarta yang diatas Rp 3 juta menyebabkan pengusaha yang membuka usaha pabrik garment mengalami kesulitan.

Gatot menjelaskan, selain di Purwakarta, daerah lain seperti Karawang dan Bekasi, usaha garmen di kedua wilayah itu juga terancam bermasalah lantaran UMK yang ditetapkan melebihi Rp 3 juta. UMK Purwakarta tahun 2018 Rp 3.445.616, UMK Karawang Rp 3.919.291, UMK Kota Bekasi Rp 3.915.353 dan UMK Kabupaten Bekasi Rp 3.837.939.

TITOV FIRMAN

Menurutnya, dengan hengkangnya perusahaan yang bergerak di bidang industri garment ini memiliki konsekuensi bagi peningkatan angka pengangguran. Sebab, industri garment ini mampu menyerap tenaga kerja yang banyak (padat karya,red).

“Industri garment yang ada di Purwakarta ini mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 25 ribu orang,” ungkapnya.

PHK massal terhadap 1.600 buruh PT. Einstren terjadi pada akhir bulan Agustus kemarin. PHK massal akan dilakukan secara bertahap terhadap 9.700 buruhnya.

Manager PT Einstren Adil Situmorang, beberapa waktu lalu mengatakan, PT Einstrend akan menutup usahanya di Purwakarta karena upah buruhnya di daerah ini sangat tinggi. “Kami berencana merelokasi pabrik garmen PT Einstrend ke wilayah Tegal, Jawa Tengah karena UMK di daerah tersebut jauh dibawah Purwakarta,” kata Adil.

Menurutnya, jumlah pegawai yang akan di-PHK oleh PT Einstren sebanyak 9.700 orang yang didominasi perempuan.

“Kami terpaksa merelokasi pabrik ke luar daerah karena UMK di Purwakarta sangat tinggi dan itu membebani pengusaha,” jelasnya. (ril/PU).

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close