Head LineKriminalPemda

PROSES SELEKSI LIMA KADIS MAKIN TIDAK TRANSPARAN

KETUA KMP : KAMI SUDAH BERKOORDINASI DENGAN KPK

PURWAKARTA (eNPe.com) – Lima hari setelah pengumuman tiga besar dalam proses pemilihan lima jabatan Kadis di Pemkab Purwakarta, ternyata makin mengindkasikan tidak adanya transparansi. Menurut Ketua KMP, langkah Bupati Anne Ratna Mustika nonton bareng proses open bidding ini tidak lebih dari pencitraan politik semata.

Zaenal Abidin, Ketua KMP menegaskan hal itu hari ini (31/1). “Kita mencoba menelusuri sejauh mana proses ini bisa transparan dan menghilangkan praktik jual beli jabatan. Yang kita rasakan, setelah masuk tiga besar jadi sangat tertutup,” jelas Zaenal.

Pihaknya mengaku mencoba menelusuri siapa yang mendapat nilai tertinggi dari tiga besar itu. “Tapi informasi itu sangat tertutup. “Kepala dinas yang menangani proses ini kabur entah ke mana. Ini kan aneh,” jelas ZA, sapaan akrab Zaenal.

Bahkan, menurutnya, daftar tiga besar yang beredar di ruang publik, dicantumkan sesuai abjat. “Ini kan lucu. Publik pengin tahu sejauh mana konsistensi Bupati ketika menyatakan bahwa proses open bidding ini akan transparan. Tapi ternyata hanya sebatas omongan saja. Tindakannya berbeda seperti bumi dan langit,” jelas Zaenal.

Media ini, selama tiga hari mencoba menelusuri agar mendapatkan angka-angka hasil penilaian itu. Tapi baik Asep Supri, sebagai Kadis maupun Kabid yang membidanginya lebih suka sembunyi entas ke mana. Ruang kerja Asep Supri pun selalu kosong.

Bahkan, janji wawancara yang ditawarkan Asep Supri kepada eNPe.com pun diingkarinya sendiri.

SUDAH BERKOORDINASI DENGAN KPK

Zaenal menambahkan bahwa melihat perkembanagan yang makin mengindikasikan terjadinya jual beli jabatan, pihaknya menyatakan sudah berkoordinasi dengan KPK. “Kami berharap KPK bisa memantau dengan ketat sehingga kalau ada transaksi jual beli jabatan bisa diringkus,” jelas ZA.

Pihaknya menyatakan optimistis, tangan-tangan KPK sudah terjun ke Purwakarta untuk menggarap kasus ini. “Mudah-mahan ini hadiah tahun baru buat Bupati,” jelasnya.

Sebelumnya, saat pengumuman seleksi tahap ketiga, Bupati sempat mengumumkan ke publik hasil nilai ujian mereka. Tapi begitu masuk ke tahap akhir, fase ujian wawancara dan makalah, hasil penilaian terakhir ditutup rapat oleh panitia.

Sekda Iyus Permana sebelumnya menyatakan bahwa pada proses seleksi panitia hanya bekerja sampai terpilih tiga besar. “Tapi setelah itu menjadi hak prerogatif Bupati. (nur/KDR).

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close