BisnisHead LineKriminalLingkungan

PP DAN FORDAS CILAMAYA AKAN BAWA PENCEMARAN SITUDAM BARUGBUG KE RIDWAN KAMIL

SEBANYAK 11 PERUSAHAAN DIDUGA TELAH MENCEMARI SITUDAM BARUGBUG

PURWAKARTA (eNPe.com) – Kasus pencemaran Situdam Barugbug akan dibawa ke Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Menurut Wakil Ketua MPC Pemuda Pancasila (PP) Purwakarta, langkah ini sudah menjadi kesepakatan bersama antara Fordas Cilamaya Berbunga dengan PP.

Asep Kurniawan, Wakil Ketua MPC PP Purwakarta menjelaskan hal itu kepada eNPe.com kemarin (16/10). “Kita ingin penanganan pencemaran di Situdam Barugbug tidak kental muatan politisnya. Kasus-kasus seperti ini hanya bisa diselesaikan oleh eksekutif. Bukan oleh anggota DPR RI,” jelas Fapet, sapaan akrab Asep.

Maka dari itu, jelas Fapet, ia akan mendorong agar arah gerakan Fordas lebih tepat. “Kalau pendekatannya politik, maka hasilnya tidak lebih dari pencitraan saja,” jelasnya.

MD. RIDYANA

PP Purwakarta telah menurunkan tim ke bawah. Temuan yang diperoleh memang sangat mengejutkan. “Pencemarannya memang luar biasa. Saya berdiri lima menit saja di pinggir Situdam sudah pusing,” jelas MD Ridyana Koordinator Tim PP untuk Cilamaya Bersih.

Menurut Ridyana, Situdam Barugbug adalah bendung yang menampung air dari dua sungai. Sungai pertama adalah sungai Ciherang dari arah Purwakarta dan Kali Cilamaya dari arah Subang. Setelah air ditampung di bendung itu, aliran air kemudian digelontorkan ke kali Cilamaya sampai pantai utara Karawang.

“Situdam ini dicemari oleh pabrik-pabrik di sepanjang aliran kali Ciherang dan kali Cilamaya. Hasil investigasi tim kami setidaknya ada 11 perusahaan yang diduga selama ini membuang limbahnya ke sungai ini,” jelas Ridyana.

Ia menjelaskan, dari arah Subang, perusahaan yang diduga membuang limbahnya ke Kali Cilamaya adalah PT Papertec Indonesia (Cipeundey), PT Cotton Indo Ariesta (Cipeundey), PT Tri Mulia Warna Jaya (Karang Mukti), PT Pelita Cengkareng Paper (Ciomas) dan PT BMP (Parapatan). Sedangkan perusahaan yang diduga telah membuang limbah dari arah Purwakarta di Kali Ciherang antara lain PT Elite Paper Indonesia (Cipinang), PT Catur (Cipinang), PT Assa Paper Utama (Ciparung Sari), PT Puri Nusa Eka Persada (Ciparung Sari) dan PT Sanfu (Ciparung Sari). “Sedangkan pabrik yang diduga mencemari dari arah Karawang adalah PT ABB di Cikalong,” jelas Ridyana.

DIJADIKAN PROYEK OLEH DINAS

Kasus pencemaran Situdam Barugbug ini, menurut Ridyana, bukan problem baru. “Selama ini dari Dinas LH Provinsi dan Satgas Citarum Harum sudah sering sidak ke bendung ini. Tapi sidak mereka saat musim hujan, jadi kondisi air di Situdam itu sedang bersih,” jelasnya.

Dan hasil evaluasi sidak-sidak itu, menurutnya, selama ini seperti dijadikan proyek. “Bisa jadi mereka selama ini membiarkan kasus ini karena diduga mendapat setoran rutin dari perusahaan-perusahaan itu. Jadi aneh kita melihat di lapangan,” jelasnya.

Tim Fordas Cilamaya pernah membawa sampel air ke laboratorium. Yang mereka temukan itu ngeri,”Ada kandungan arsenik sampai 0,2%. Ini sangat membahayakan warga,” jelasnya.

Persoalan lain yang tidak kalah menariknya, menurut temuan Tim PP ini adalah perusahaan-perusahaan itu juga menggunakan air kali Ciherang dan Cilamaya untuk kebutuhan produksi mereka. “Mereka dapat izin dari PJT II. Tapi kondisi ini yang menyebabkan debit air berkurang dan petani banyak yang sawahnya kering karena tidak mendapat jatah air,” jelasnya.

Untuk itu, jelas Ridyana, PP bersama Fordas Cilamaya Harum akan segera menghadap Gubernur. “Kita akan bandingkan data yang ada dari berbagai pihak. Langkah ini penting agar penanganan Situdam Barugbug alurnya benar ke eksekutif. Bukan jadi bahan politik pencitraan,” jelas Ridyana.

Sebelumnya, anggota DPR RI Dedi Mulyadi datang ke Situdam Barugbug. Dalam pertemuan dengan warga itu, Fordas Cilamaya sempat bertanya, kenapa baru sekarang ramai, selama 10 tahun menjabat Bupati Purwakarta apa saja yang dikerjakan.

Dari Video yang diterima media ini, DM sapaan akrab Dedi Menyatakan ia akan pertanggungjawabkan langkahnya. J”Jika nanti perusahaan yang mencemari kali Ciherang tidak menggubris upayanya, maka ia akan menggugat atas nama masyarakat,” jelas DM.┬áDedi berjanji dalam sebulan Situdam Barugbug akan bersih.

Menanggapi janji Dedi, Ridyana menyatakan bisa jadi sebulan yang akan datang Situdam Barugbug bersih karena sudah musim hujan. “Tapi percayalah, problem pencemaran ini akan selesai oleh eksekutif, bukan oleh legislatif,” jelas Ridyana. (ril/KDR).

Tags

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *