PolitikTajuk

PKS DAN GERINDRA AKAN UBAH PETA POLITIK PURWAKARTA

BUAT DUA PARTAI INI MENANG

BERHARAP perubahan politik di Purwakarta, sebenarnya gampang. Kasih ruang yang luas untuk Partai Gerindra dan PKS bisa menang dalam Pileg kali ini. Karena dua partai ini relatif bisa diandalkan. Partai lain ada memang, seperti Demokrat, PAN dan PBB. Kalau Demokrat dan PAN, sepanjang sejarah politik Purwakarta, dalam 10 tahun terakhir, terbawa arus besar yang dimainkan Dedi Mulyadi. Energi lain sebenarnya ada di PBB. Sayang partai ini kehabisan amunisi, sehingga bisa dengan mudah digerus oleh kekuatan politik penguasa.

UST ABDUL HADI WIJAYA

Mari kita lihat Gerindra. Selama ini memang tidak teruji secara penuh sebagai kekuatan oposisi. Tapi bahan dasarnya sudah ada. Apalagi disiram dengan peta persaingan politik Pilpres kali ini. Semangat Gerindra menjadi oposisi begitu kuat. Arus kuat perubahan juga berhebus kencang, sehingga makin memberi angin segar buat Gerindra.

Bisa jadi, Gerindra akan mengalami masa yang sama persis, seperti saat SBY maju untuk periode kedua. Tiba-tiba lonjakan kursi Demokrat begitu spektakuler. Arus kuat perubahan yang disimbolkan oleh Prabowo akan mengerek perolehan kursi Gerindra di Purwakarta, secara signifikan.

Maka dari itu, upaya penguasa untuk membendung kursi Gerindra bakal tidak mempan. Penguasa boleh berupaya dengan berbagai cara untuk menggembosi Gerindra, tapi yang mereka lawan bukan partai Gerindranya, tapi keinginan kuat rakyat akan perubahan.

Lalu bagaimana dengan PKS? Partai ini, sejatinya partai masa depan bagi ummat Islam. Mengukurnya sederhana saja, perkaderan di PKS sangat ketat, masif dan berjenjang. Sehingga militansinya sempurna. Tidak ada partai Islam yang bisa menyamai miliansi kader PKS.

Dedi Mulyadi, menurut Ust Abdul Hadi Wijaya, Caleg patahana DPRD Provinsi dari PKS, berupaya untuk menjadi PKS sebagai target utama untuk dimusnahkan. Menurutnya, lima tahun yang lalu, banyak kader PKS mestinya mendapat kursi. Tapi digerus habis oleh penguasa.

ARTIKEL SERUPA  DI DAPIL I PURWAKARTA, PPP DAPAT 1 KURSI, PKS JUARA 2

Beberapa nama korban penguasa dari Caleg PKS antara lain Nina Yuniarti dari Dapil I, Ust Hasan Sobari dari Dapil IV, ada Dedi Jauhari di Dapil I, dan Dapil V haji Suripno. Mereka mestinya pada 2014 masuk. Tapi dijegal. Info ini, tutur ust Ahad, diperoleh dari cerita seorang komisioner KPUD Purwakarta, kepada dirinya.

Bagi Bupati Anne Ratna Mustika, masuknya PKS dan Gerindra bakal menjadi ganjalan besar dalam menggolkan program-program Pemkab Purwakarta. Maka dari itu, upaya penguasa untuk mengganjal PKS begitu kencang.

Kini tinggal pilihan publik. Mau di bawa ke mana arus kuat politik Purwakarta. Secara politis, dunia perpolitikan di Purwakarta sudah telanjur rusak. Dinasti kekuasaan telah bercokol. Ini tentu produk demokrasi tang paling rendah.

Maka dari itu, kekuatan penyeimbang dari jalur legislatif mesti dirumuskan dengan matang. Sudah saatnya proses legislasi sehat secara politik. Pembahasan anggaran tidak lagi hanya dikendalikan oleh Bupati dan kaki tangannya di dewan. Tapi rumusan legislasi harus mencerminkan aspirasi rakyat dan sebesar-besarnya dirancang untuk kepentingan dan kesejahteraan orang banyak.

Pilihan itu tentu tidak banyak. Apalagi dalam kasus perjalanan dinas fiktif dan bintek fiktif, unsur pimpinan dan anggota dewan tidak jadi, setidaknya untuk sementara, jadi pesakitan. Dalam konstelasi ini, kekuatan penguasa menjadi di atas angin.

Maka dari itu, memenangkan Gerindra dan PKS adalah given. Keharusan yang tidak bisa ditolak. Ini kalau kita ingin ada perubahan yang signifikan di perpolitikan Purwakarta. Tentu kita sambil berharap-harap cemas agar delapan orang Caleg antikorupsi, ada yang lolos untuk memperkuat barisan PKS dan Gerindra dalam lima tahun mendatang. Selamat berdjoang.(PU).

Tags

Related Articles

Beri Komentar :

Your email address will not be published. Required fields are marked *