PemdaStraight News

PETANI PENGGARAP MENJERIT DIDUGA TIDAK DIBERI GANTI RUGI PADA PROYEK TAJUG GEDE CILODONG

TANAHNYA DIBULDOSER PANITIA PROYEK TAJUG GEDE

 

PURWAKARTA, (newspurwakarta.com) – Acara gebyar temu teknis penyuluh petani andalan di kawasan Tajug Gede, Cilodong, Purwakarta menyisakan persoalan baru. Yakni sejumlah petani yang menanami jagung dan terong di lahan PT Asri Pelangi Nusa (PT. APN) menjadi korban, diduga tidak diberikan ganti rugi oleh panitia penyelenggara.

Berdasarkan pengakuan salah seorang petani, Ahmad (40) kepada newspurwakarta.com, Rabu (27/2), dirinya bersama sejumlah petani lainnya yang berjumlah 15 orang selama ini menjadi penggarap di lahan PT. APN.

“Tanah milik PT. APN seluas kurang lebih 2 hektar oleh kami ditanami jagung dan terong,” katanya.

Ahmad menambahkan, begitu akan digelar acara temu teknis penyuluh dan petani dengan “Bintang Tamu” Dedi Mulyadi dan dihadiri Sekjen Kementerian Pertanian, Syukur Irwantoro tanah yang ditanami petani langsung dibuldoser oleh panitia tanpa ada pemberian ganti rugi.

“Pak untuk menanam jagung dan terong kami petani harus mengeluarkan biaya belum termasuk upah kerja. Tiba-tiba tanaman kami diratakan dengan buldoser. Lahan yang diratakan katanya untuk parkir tamu undangan acara tersebut,” katanya.

Ia menyebutkan, lahan yang digarap petani itu bersebelahan dengan tanah hibah 9 hektar dari PT APN kepada Pemkab Purwakarta. (fan/KBR)

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close