KomunitasLingkunganStraight News

PEMBUDIDAYA IKAN – KJA JATILUHUR BERINISIATIF BERSIHKAN ECENG GONDOK

UJI SUCOFINDO, IKAN JATILUHUR AMAN DIKONSUMSI

JATILUHUR (newspurwakarta.com) – Paguyuban Pembudidaya Ikan (PPI) Jatiluhur, hari ini berinisiatif membersihkan lautan eceng gondok di waduk Jatiluhur. Langkah ini, menurut Ketua PPI, sebagai bentuk komitmen PPI terhadap pentingnya budidaya ikan berkelanjutan.

Yana Setiawan, Ketua PPI Waduk Jatiluhur menyatakan hal itu kepada sejumlah media hari ini (30/3), di sela-sela prosesi pembersihan eceng gondok di waduk Jatiluhur.

“Ini bentuk komitmen nyata PPI, bahwa kita punya komitmen yang kuat untuk menjaga lingkungan yang bagus,” jelas Yana.

Pihaknya menambahkan, dalam pertemuan dengan para pembudidaya Ikan KJA di Jakarta beberapa waktu yang lalu di Istana, Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti menyampaikan pesan bahwa “sustainable aquaculture” adalah sebuah keharusan.

KETUA PPI HAJI YANA SETIAWAN

“Dia berpesan agar pembudidaya KJA terutama yang berada di perairan umum harus memperhatikan pengelolaan lingkungan agar dapat berbudidaya yang berkelanjutan,” jelas Yana. o

PPI Jatiluhur, jelas Yana, yang hadir dalam pertemuan tersebut menyatakan kesanggupannya untuk siap di bina sesuai dengan tatacara budidaya yang baik dan berkelanjutan.

“Dan hari ini, PPI menjawab seruan ini dengan secara rutin dan aktif melakukan kegiatan untuk perbaikan lingkungan di kawasan Waduk Jatiluhur seperti  membersihkan enceng gondok, menarik keramba yang mangkrak, dan menebar benih ikan Grass Carp untuk mengurangi populasi enceng gondok dan palnkton di dalam air,” jelasnya.

Menurut Yana, pakan ikan yg digunakan juga akan diubah dari pakan jenis ‘sinking’ menjadi pakan jenis ‘floating’ shg lebih ramah lingkungan. “Kami berkewajiban melestarikan rumah tempat kami hidup. Hasil utama usaha budidaya ikan di Jatiluhur adalah Ikan Mas selain ikan Nila dan Patin. Ikan dari Jatiluhur mensuplay kebutuhan Jawa Barat, Jakarta sampai ke Lampung.  Sedangkan tenaga kerja yang terlibat dalam usaha budidaya ikan ini kurang lebih ribuan KK,” ujar H Yana.

ARTIKEL SERUPA  AZHAR AUNG SH, INGIN NILAI-NILAI ISLAM MASUK DALAM KEBIJAKAN DAN UU

IKAN AMAN DIKONSUMSI

Menanggapi  Isu yang beredar saat ini bahwa Ikan yang diproduksi dari waduk jatiluhur mengandung logam berat, PPI merasa menjadi pihak yang dirugikan. Oleh karena itu Perhimpunan ini  melakukan pengujian kandungan logam berat pada daging ikan di laboratorium Sucofindo.

“Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa ikan Jatiluhur aman dari kandungan logam berat. Pakan yang digunakan oleh para pembudidaya di Jatiluhur berasal dari Pabrik yang telah memenuhi standart dan kualitas SNI,” tambah H Yana.

Pada Sabtu (30/3), PPI mengumpulkan anggota dan masyarakat untuk melakukan kegiatan bersih-bersih Waduk Jatiluhur, dengan melibatkan sekitar 10.000 orang. Misi dari kegiatan ini adalah untuk mengajak seluruh pemangku kepentingan di sekitar Waduk Jatiluhur untuk menjaga kelestarian lingkungan. Kegiatan ini didukung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Daerah Purwakarta, Perum Jasa Tirta II (PJT II), Asosiasi Perusahaan pakan Ikan (GPMT) dan masyarakat Jatiluhur.

Arik Hari Wibowo, Direktur Kawasan dan Kesehatan Ikan mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh PPI.  “Kegiatan ini membuat masyarakat tahu bahwa selain berbudidaya petani KJA ini juga memperhatikan kelestarian lingkungan, bagaimanapun juga ikan memerlukan lingkungan yang baik untuk tempat hidupnya.” Ujarnya. Arik juga mengharapkan agar petani di wilayah lainnya melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan di Jatluhur hari ini.

Selain kegiatan bersih-bersih Waduk, juga diadakan  diskusi dengan petani budidaya Ikan KJA di Jatiluhur. Di mana para petani mendapatkan pencerahan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan mengenai tatacara berbudidaya yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.(ril/PU).

Tags

Related Articles

Beri Komentar :

Your email address will not be published. Required fields are marked *