PolitikStraight News

PESERTA DILARANG BAWA HP KE BILIK SUARA

HIMBAUAN KIPP KE BAWASLU

PURWAKARTA (newspurwakarta.com) – Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) menghimbau kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) agar mengeluarkan kebijakan larangan membawa telefon seluler ke tempat pemungutan suara (TPS). Pasalnya, telefon seluler disinyalir dijadikan ajang untuk melanggengkan praktek politik uang dalam pemilihan legislatif dan pemilihan presiden 2019.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) KIPP Pusat, Kaka Suminta, ,Senin (25/3). Menurutnya, upaya meminalisir praktek politik uang dalam proses demokrasi harus menjadi komitmen seluruh stakeholder (pemangku kebijakan). Tidak hanya di tingkat pusat tapi juga di level daerah.

Sekjen KIPP mengendus adanya upaya yang dilakukan oleh politisi dengan memanfaatkan alat teknologi yaitu telefon seluler yang ada fitur kamera. Dengan demikian, pemilih dapat mengambil gambar hasil coblosannya, kemudian dikonversi menjadi uang.

“Saya mencium ada metode politik uang dengan cara menggunakan telefon seluler. Usai pemilih mencoblos kertas suara kemudian diambil gambarnya lalu ditukar dengan uang kepada tim sukses atau relawan,” kata Kaka Suminta.

Oleh karena itu, kata Kaka Suminta, pihaknya meminta Bawaslu keluarkan himbauan atau larangan kepada panitia pemungutan di TPS untuk mencegah pemilih membawa telefon seluler ke tempat pencoblosan.

Menurutnya, langkah mengurangi atau mungkin menghilangkan praktek politik uang dalam pemilihan legislatif, pemilihan kepala daerah dan presiden agar menghasilkan pemimpin atau anggota dewan yang berkualitas bebas korupsi dalam proses demokrasi ini.

“Bagaimana bisa menghasilkan dewan atau kepala daerah yang  tidak korupsi jika untuk mencapai itu harus mengeluarkan uang yang demikian besar,” kata Kaka Suminta. (fan/KBR)

ARTIKEL SERUPA  KOMISIONER KPUD PURWAKARTA DIDUGA RETAK, EFEK RIVALITAS ANTARA MUHAMMADIYAH VS NU
Tags

Related Articles

Beri Komentar :

Your email address will not be published. Required fields are marked *