Head LineKecamatanKomunitasPolitik

PERSETERUAN BUPATI – ULAMA CAMPAKA MEMANAS, KETUA DPRD : “BUPATI MESTI TERIMA ULAMA CAMPAKA UNTUK CARI SOLUSI TERBAIK”

JIKA ASPIRASI TIDAK DIGUBRIS, ULAMA, ASATIDZ DAN SANTRI AKAN KEPUNG KANTOR BUPATI UNTUK SEGERA MEMECAT CAMAT CAMPAKA

CAMPAKA (eNPe.com) – Konflik antara Bupati Purwakarta dengan Forum Ulama Campaka, menurut Ketua DPRD, mesti segera diakhiri. Menurutnya, Bupati mesti segera menerima Ulama Campaka demi kebaikan di masa yang akan datang.

Ketua DPRD Purwakarta H. Ahmad Sanusi menegaskan hal itu kepada eNPe.com kemarin (15/2) melalui saluran whatsapp. “Kami berharap Bupati segera membuat jadwal dengan Ulama Campaka untuk mencari solusi terbaik. Makin cepat makin bagus,” jelas Ahmad.

“Bupati sebisa mungkin menghindari berkonflik dengan Ulama. Ini demi kebaikan siapapun ke depannya.” (Ketua DPRD Haji Ahmad Sanusi).

Ia berharap konflik dengan tokoh agama sebisa mungkin dihindari. “Ini demi kebaikan semua pihak di masa yang akan datang,” jelas Haji Amor, sapaan akrab Ketua DPRD Purwakarta.

Pihaknya menyayangkan, kenapa surat sepenting itu tidak ditembuskan ke dirinya sebagai Ketua DPRD. “Mestinya kami juga diberi tembusan, biar bisa dicarikan solusi bagaimana yang terbaik,” jelas Ahmad Sanusi, yang juga Sekjen DPD Golkar Purwakarta.

Sebelumnya, pada 5 Januari 2020, Forum Ulama Campaka berkirim surat kepada Bupati untuk memecat Camat Campaka Dodih Hamdani. “Kami menilai Camat Dudih tidak punya komitmen untuk mendukung pembangunan bidang keagamaan di Campaka. Makanya kami kirimkan mosi tidak percaya,” jelas Ketua Forum Ulama Campaka KH AA Asep Sibaweh.

Pihaknya sangat menyayangkan sikap Bupati yang mengabaikan surat ulama itu. “Bahkan untuk bisa ketemu dengan Bupati, kami sangat sulit. Tim kami yang mengurus soal ini seperti dipingpong,” jelas KH Asep kesal.

CAMPAKA MEMANAS

Sementara itu, kondisi Campaka memanas, setelah tahu Ulama mereka diabaikan oleh Bupati. Diskusi di group-group whatsapp dan medsos pun memanas.

“Mereka kasih waktu Bupati untuk segera ambil keputusan memindahkan Camat Campaka. Kalau tidak diindahkan, mereka, Ulama, Asatidz dan para santri se Campaka akan kepung kantor Bupati. Untuk sementara mereka masih bersabar saja,” jelas Ust Ade menceritakan yang terjadi di masyarakat Campaka.

Menurutnya, sikap Bupati ini menyebabkan banyak tokoh masyarakat, Ulama, Asatidz yang merasa tersinggung. “Kami punya Ketua DPRD dari Campaka. Situasi ini membuat kami jadi serba salah,” jelas Ade, menirukan ucapan para tokoh masyarakat itu.

Sementara itu, sumber masalah konflik ini, Camat Campaka Dodih Hamdani enggan menjelaskan duduk masalahnya. Upaya konfirmasi kepada yang bersangkutan dianggap angin lalu. Dodih lebih suka memilih untuk diam, ketimbang menjelaskan kasus yang sedang menimpanya.(nur/KDR).

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close