Head LinePemdaPolitik

PERNAH JADI PASIEN SABER PUNGLI, BUPATI MALAH ANGKAT ISTERI KADISDIK JADI PEJABAT DINSOS

WUSMIN TAMBUNAN KEMBALI MENYOAL

PURWAKARTA (newspurwakarta.com) – Moralitas pejabat, buat Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika tidaklah penting. Seorang mantan Kepala SMA Negeri 1 Campaka yang pernah menjadi pasien Saber Pungli Polda Jabar, menurut satu Pejabat Pemkab Purwakarta, malah oleh Bupati diangkat menjadi pejabat eselon III di Dinas Sosial Purwakarta.

“Tentu kita prihatin dengan kondisi ini. Seorang Kepala Sekolah yang telah diturunkan menjadi staf di Dinas Pendidikan Provinsi, malah diangkat menjadi pejabat. Jadi soal moralitas itu di sini tidak penting.”

WUSMIN TAMBUNAN

Hal itu diungkapkan oleh Pejabat di Disnakertrans Pemkab Purwakarta Wusmin Tambunan. Ia menegaskan itu kepada newspurwakarta.com semalam (14/5). Kemarin, Wusmin mendatangi Inspektorat Pemkab Purwakarta untuk menyoal pengangkatan ini.

Menurut Wusmin, mantan Kepala Sekolah SMAN 1 Campaka Purwakarta,  Aisyah Nur Jamil,  beberapa waktu lalu, terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Saber Pungli dari Polda Jabar.  Informasi yang beredar, yang bersangkutan sudah di BAP dan mengakui kesalahannya.

“Kemudian yang bersangkutan dibebastugaskan dari jabatan Kepsek dan ditarik oleh Pemprov Jabar menjadi staf di kantor gubernur. Tidak berapa lama, istri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta Purwanto tersebut pindah ke Pemda Purwakarta sebagai staf,” jelasnya.

Wusmin menuturkan, apakah kasus tersebut dinaikkan oleh Polda Jabar sampai ke persidangan atau telah di SP3, tidak jelas rimbanya.   “Anehnya, baru beberapa bulan setelah pindah (sebagai staf), pada 10 Mei 2019, yang bersangkutan mendapat reward atau penghargaan dari Bupati Purwakarta, dilantik menjadi pejabat Eselon III pada Dinas Sosial Kabupaten Purwakarta. Kita tentu prihatin,” jelasnya.

LUKAI RASA KEADILAN ASN

Pelantikan tersebut, menurut pejabat yang selalu melakukan perlawanan terhadap Bupati ini, jelas sangat mengherankan dan tentunya melukai rasa keadilan khususnya bagi ASN Purwakarta. “Bagaimana mungkin, kok seorang yang terkena OTT dilepas begitu saja dan dipromosikan dari staf menjadi Eselon III?” katanya.

Menurut Wusmin, apakah Tim Saber Pungli Polda Jabar masuk angin? Kalau isteri Kadisdik ini dari sejak awal tidak terbukti melakukan ‘pungli’ mengapa harus di copot dari jabatan Kepala Sekolah? “Mengapa di-staf-kan ke Bandung? Bagaimana pula dengan tindak lanjut BAP? Berbagai macam pertanyaan muncul dikalangan ASN Purwakarta,” jelasnya.

Bagi Wusmin, dengan dilantiknya sdr. ANJ menjadi pejabat struktural Eselon III, komitmen Bupati Purwakarta dalam pemberantasan korupsi patut diragukan dan dipertanyakan.

“Untuk itu Kapolda Jawa Barat diminta agar menyikapi hal tersebut dan memberikan penjelasan resmi,” pinta Wusmin.

Pihaknya mengakui telah berusaha mengkonfirmasi hal tersebut kepada Inspektorat Kabupaten Purwakarta tetapi belum ada jawaban.

“Pada saat Negara dan seluruh komponen bangsa ini sedang bekerja keras memberantas korupsi di negeri ini, kok Bupati Purwakarta justru menghadiahi orang yang terkena OTT dengan kenaikan jabatan luar biasa?” Ujarnya.

Suami yang bersangkutan, Purwanto saat dikonfirmasi media ini enggan menjelaskan. Pertanyaan yang dikirim melalui whatsapp tidak direspon sama sekali. Sementara itu, Wakil Bupati Purwakarta H Aming juga memilih diam ketika ditanya soal ini. (bay/PU).

Tags

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *