BisnisHead LinePemda

PER TAHUN BAYAR Rp 13,2 MILIAR TAGIHAN LISTRIK PJU, PEMKAB RAGUKAN AKURASI HITUNGAN DATA PLN

PLN TIDAK PERNAH MENGECEK ULANG MANA PJU YANG MATI DAN YANG HILANG. PERHITUNGAN SEMUA DIPUKUL RATA.

PURWAKARTA (eNPe.com) – Pemkab Purwakarta membayar tagihan listrik Penerangan Jalan Umum (PJU) ke PLN sebesar Rp 13,2 miliar per tahun. Menurut satu pejabat, Pemkab keberatan dengan besarnya tagihan itu. PLN diduga main pukul rata saat menghitung tagihan itu.”

Kabag Umum Setda Purwakarta Dian Andriansyah, menegaskan hal itu kepada eNPe.com akhir pekan lalu, di ruang kerjanya. “Kami tahu di banyak titik PJU ada yang mati, ada yang hilang. Ini perhitungannya bagaimana? Rasanya jadi tidak fair,” jelas Dian.

“Pemkab Purwakarta minta PLN fair dalam menghitung tagihan PJU.” (Dian Ardiansyah, Kabag Umum Setda Purwakarta).

Menurutnya, PLN mestinya memvalidasi kondisi fisik PJU di tiap titik. “Kita tidak tahu, bagaimana PLN tiap bulan mengajukan tagihan PJU Rp 1,1 miliar. Ini memberatkan,” jelas Dian.

Ketika ditanya, bagaimana metode PLN menghitung tagihan PJU? Dian mengaku tidak tahu. “Saat saya masih jadi pengawas PJU dulu tiap titik PJU ada meterannya. Sekarang saya tidak tahu seperti apa kondisinya. Jadi bagaimana PLN menghitung besarnya tagihan itu, secara teknis itu kewenangan mereka,” jelas Dian.

Hasil penelusuran media ini, tidak hanya di jalan-jalan desa yang kondisi PJUnya rusak. Di jalan protokol Ahmad Yani beberapa titik PJU mati. Jalur di jalan KNPI sampai Ciseureuh juga banyak PJU yang hilang.

Beberapa tiang listrik yang ada PJUnya juga tidak terdapat meteran. Jumlah titik PJU di Purwakarta sebanyak 3.300 titik. Beberapa titik PJU dari tenaga matahari juga pada hilang.

Dian berharap PLN bisa lebih bijaksana untuk mengevaluasi tagihan. “Kita minta ada validasi soal kondisi PJU hari ini,” jelasnya. Menurut Dian, total tagihan listrik Pemkab Purwakarta untuk semua bangunan dan PJU rata-rata Rp 1,4 miliar per bulan. (bay/KDR).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close