Head LineKriminalPemda

PENYELIDIKAN KPK TERKAIT DUGAAN KORUPSI ANGGOTA DPR DEDI MULYADI DALAM KASUS HIBAH YPI BERLANJUT

KPK MINTA KETUA KMP LENGKAPI ALAT BUKTI

PURWAKARTA (eNPe.com) – Setelah hampir enam bulan berlalu, penyelidikan KPK terkait dugaan korupsi Dedi Mulyadi dalam kasus hibah ke Yayasan Pendidikan Indorama (YPI) berlanjut. KPK menurut Ketua Komunitas Masyarakat Purwakarta (KMP) meminta agar KMP menyerahkan bukti tambahan.

Zaenal Abidin, Ketua KMP menceritakan itu kepada eNPe.com semalam (27/1). “Ya kami dihubungi KPK beberapa hari yang lalu. Tentu kami bersyukur bahwa kasus ini ternyata berlanjut. Intinya KPK meminta agar bukti-bukti yang ada mesti dilengkapi. Dan mereka meminta KMP bisa membantu untuk kepentingan itu,” jelas Zaenal.

ZAENAL ABIDIN , USAI MELAPOR KE KPK

Ia meyakini bahwa kasus ini akan terus berlanjut sampai tuntas. “Kami tetap yakin, di tengah KPK yang makin dilemahkan, untuk menangani kasus ini, KPK akan membongkar habis. Kami juga memutuskan akan membantu KPK sampai tuntas,” tandas ZA, sapaan akrab Zaenal.

Sebelumnya, pada Oktober 2019, KMP melaporkan dugaan tindak pidana korupsi pada bantuan hibah ke YPI Indorama. Berdasarkan hasil pemeriksaan BPK, pada kasus hibah YPI sebesar Rp 2,7 miliar banyak masalah.

Setidaknya, masih menurut BPK, ada tiga hal yang membuat hibah ini menjadi persoalan. Pertama, pengajuan hibah tanpa proposal awal. Kedua, alokasi hibah yang digunakan untuk beasiswa mahasiswa di YPI, tapi penerima beasiswa tidak jelas. Ketiga, hibah ke YPI Indorama janggal karena Pemkab Purwakarta memberi hibah kepada perusahaan besar.

Dedi Mulyadi sendiri, usai terjadi laporan ke KPK itu kemudian memanggil semua alumni YPI yang mendapat beasiswa itu. Mereka disuruh menceritakan kesuksesan setelah mendapat beasiswa itu.

Menanggapi reaksi DM, sapaan Dedi Mulyadi, Zaenal saat itu menegaskan bahwa jangan gagal paham soal laporan ini, seolah KMP anti beasiswa. “Beasiswa itu bagus, yang lagi kami persoalkan adalah caranya yang tidak taat hukum,” urai Zaenal.

DEDI MULYADI

Ia mengaku sempat dihubungi orang kepecayaan DM yang mengajak bertemu,”Tapi kami ambil sikap tidak ada kompromi untuk urusan korupsi.”

TEMUKAN ALAT BUKTI PIDANA YANG TELAK

Terkait permintaan KPK untuk melengkapi alat bukti, Zaenal menegaskan siap memberikan apa yang diminta KPK. “Kami sudah temukan satu alat bukti yang sangat telak sehingga nanti siapapun yang terlibat tidak akan bisa mengelak lagi,” jelas Zaenal.

Ia menambahkan, berdasarkan PP No 43 tahun 2018 tentang peranserta masyarakat dalam pemberantasan tindak pidana korupsi, urusan melengkapi alat bukti mestinya menjadi tanggung jawab penyidik KPK. “Tapi ok saja kami bantu. Kewajiban KPK di samping melengkapi alat bukti juga melaporkan progres kepada KMP selaku pelapor,” jelas ZA.

Dedi Mulyadi, ketika dikonfirmasi soal perkembangan ini enggan menjawab pertanyaan media ini. Pertanyaan yang dikirim melalui sms ke nomor handphone Dedi tidak direspon sama sekali. (nur/tor/KDR).

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close