BisnisHead LineKriminal

PENGUSAHA TANAH MERAH DODI, HARI INI, DIGUGAT PIDANA OLEH PEMUDA PANCASILA

BUPATI TIDAK BERDAYA MENGHADAPI PENGUSAHA GALIAN TANAH MERAH YANG LIAR

PURWAKARTA (eNPe.com) – Majelis Pengurus Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Purwakarta, hari ini melaporkan pengusaha galian tanah merah Sukatani, Dodi ke Polres Purwakarta. Laporan ini terkait penyerobotan tanah. Menurut satu pengurusnya, PP juga menyomasi PT Waskita Karya karena menjadi penadah barang haram dan ilegal.

Sekretaris MPC PP Kabupaten Purwakarta Aset Kurniawan menegaskan itu kepada eNPe.com kemarin sore (21/6/20). “Tanah milik Ketua kami diserobot dalam kasus galian tanah merah di Sukatani. Maka dari itu pengusaha Dodi kami gugat secara pidana,” jelas Asep.

Bahkan yang kurang ajar, jelas Asep, ada dua alat berat merek Cobelco yang disembunyikan di lahan milik Ketua kami. “Saat semua pengusaha ditanya itu alat berat milik siapa, tidak ada yang mengakui. Makanya saya senang saja, PP tiba-tiba punya dua alat berat. Sekarang dua alat itu kami tunggui,” jelasnya.

“Sebenarnya tidak semua penambang liar untuk kepentingan proyek strategis nasional, ada juga yang digunakan untuk memasok kawasan industri di Cikarang dan Cibitung. Jadi mereka seperti penumpang gelap. Polisi mesti tegas menindak mereka.” (Anggota Komisi I DPRD Purwakarta Haerul Amin).

Menurut Fapet, PP juga akan menyomasi PT Waskita. “Mereka menjadi penadah barang haram dan ilegal. Maka dari itu akan kami somasi,” jelasnya.

Menurutnya, kasus galian tanah merah di Sukatani dan Cibatu mesti ditertibkan secara sungguh-sungguh. “Mereka boleh mengatasnamakan proyek strategis nasional, tapi izin tetap harus ada. Ini biar ada pemasukan ke PAD Purwakarta,’ jelasnya.

Maka dari itu, PP akan terus mempersoalkan perusahaan galian tanah liar ini. “Kami juga akan meminta PT Jasa Marga Tbk untuk membuka akses angkutan tanah merah langsung ke tol. Ini agar masyarakat tidak terganggu oleh angkutan tanah yang berceceran,” jelasnya.

BUPATI DAN KETUA DPRD TIDAK BERDAYA

Lima pengusaha yang menambang tanah merah (galian C) di Kecamatan Sukatani dan Desa Wanawali Kecamatan Cibatu bandel dan mengabaikan larangan dari Pemprov Jabar. Dinas ESDM Pemprov Jabar yang menyegel operasi mereka diabaikan.

Begitu juga Satpol PP yang biasanya galak, di hadapan mereka laiknya kerupuk basah. Tekanan dari Komisi I DPRD Purwakarta juga dianggap angin lalu.

Terakhir, ketike Ketua DPRD Purwakarta Ahmad Sanusi sidak langsung dan menyegel oeprasi mereka, begitu Amor pergi, operasional penggalian tanah merah jalan lagi.

Ketika diceritakan soal itu, Amor hanya menyatakan,”Astaghfirullah …”

Ada lima pengusaha yang menambang secara liar dan ilegal di dua kecamatan itu. Mereka adalah PT Pelangi Bunga Lestari, izin perusahaan ini adalah cut and fill. Tapi menurut Asep, izinnya juga ngawur. “Yang diizinkan RW berapa yang digali di lokasi lain,” jelasnya.

Perusahaan kedua adalah PT Citra Pantura Indah. Tiga lainnya adalah Dodi, Yono dan satu pengusaha yang merupakan kroninya mantan penguasa di Pemkab Purwakarta.

Anggota DPRD dari Partai Demokrat Haerul Amin menyatakan, sebenarnya tidak semua tambang liar itu memasok proyek strategis nasional. “Mereka nakal, mendompleng proyek strategis nasional, tapi tanah merah itu digunakan untuk memasok di kawasan industri Cikarang dan Cibitung. Mestinya aparat polisi tegas dalam soal ini,” jelasnya. (bay/PU).

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close