FeaturesHead LinePolitik

PENGGEREBEKAN SENYAP, DUGAAN SELINGKUH ANGGOTA DEWAN

MALAM itu, suasana di kamar No 3 Kompleks Green Kost di Tegal Junti Munjul, mendadak riuh. Seorang pria bernama Drs, bergegas mendatangi kontrakan itu. Yang Ia tuju sungguh akurat. Kamar yang kelihatan senyap pun diketok. Suasana menjadi hening. Diketok lagi dan yang pria itu sangka pun jadi nyata.

Isteri Drs sedang berduaan di kamar No 3 itu, malam itu dengan Arf, seorang ASN di Sekwan DPRD Purwakarta. Sempat tegang. Drs kemudian mengusir sang penghuni kos itu, Arf,”Pergi kamu,” bentak Drs. Arf pun kabur dengan sepeda motornya.

Sang pemilik kos Haji A, memergoki kejadian itu. Drs kemudian meminta isterinya berkemas-kemas. Kepada Haji A, Drs meminta maaf dan menjelaskan Ia merasa malu. Meminta agar jangan memanggil pak RT atau pak RW. “Isteri saya anggota dewan pak. Saya malu. Saya punya anak,” ujar Drs. ia pun kemudian pamit.

Green Kost, malam itu sekitar pujul 21.00 kembali senyap. Kepada isterinya pak Haji A berkeluh kesah. “Kok begitu ya bu,” ujar pak Haji. Isterinya menimpali bahwa ia sering melihat isteri Drs yang anggota dewan itu sering datang ke kamar No 3, selalu memakai mobil Brio putih.

Ini terjadi hari Senin, 5 Agustus 2019, di Green Kost, Tegal Junti Munjul pukul 21.00.

Besok malamnya, sekitar pukul 20.00. Seorang perempuan kembali mendatangi kamar no 3 di Green Kost itu. Tapi, ia mendapati kamar itu kosong. Ard rupanya usai penggerebegan yang senyap itu langsung kabur. Pak Haji A sang pemilik kos juga mengaku kaget, kalau kamar Arf sudah kosong. “Semua barang-barang, termasuk TV sudah diangkut bersih,” ujar pak Haji A kepada penghuni kos sebelahnya.

Perempuan itu, yang mendapati kamar No 3 sudah kosong, tidak kurang akal. Ia beringsut ke kamar sebelah. Dan diketoknya kamar itu. Penguni kamar, seorang marketing perumahan di Munjul pun muncul.

“Saya Nv. isteri Arf. Saya perlu info kejadian semalam,” pinta Nv dengan wajah menghiba. Si tetangga kamar pun bercerita apa adanya. Yang Ia dengar dan Ia lihat selama ini,” jelasnya kepada media ini.

Nv adalah perawat di Bayu Asih. Ia tinggal di rumah mertuanya di perumahan Ciganea. Sementara Arf selama ini kos di Green Kost itu.

Menurutnya, Arf baru tiga bulan tinggal di situ. Tapi kedatangan anggota Dewan itu baru dua bulan terakhir. “Saya sering memergoki karena saya kalau malam selalu merokok di teras depan,” jelasnya.

Ia menuturkan, kalau sang anggota Dewan itu datang, selalu memakai mobil Brio putih. “Dan ia selalu masuk kamar itu sambil membelakangi saya. Kalau hitungan saya datang rata-rata seminggu dua kali. Waktunya sekitaran pukul 20.00 – 22.00. Masuk kamar satu dua jam kemudian keluar,” jelasnya.

Menurutnya, atas kejadian ini ia siap menjadi saksi. “Anggota dewan yang tidak bermoral mesti kita bongkar,” jelasnya.

Anggota Dewan itu adalah Kader Partai Gerindra. Ini untuk kali kedua ia masuk lagi sebagai wakil rakyat dari Dapil Kota Purwakarta.

ANGGOTA DEWAN ITU MEMBANTAH

Sayangnya, baik anggota dewan itu, maupun Ketua DPC Partai Gerindra Purwakarta Sri Puji Utami menutup semua akses upaya konfirmasi media ini. Pertanyaan yang dikirim melalui whatsapp dan telpon kepada dua nara sumber penting itu tidak direspon sama sekali.

ADVOKAT RIYAD ABDUL HANAN, SH

Tapi kepada pengacaranya, Advokat Riyad Abdulhanan SH, sang anggota Dewan meminta untuk menjelaskan duduk masalahnya. “Kemarin anggota dewan itu menemui saya dan bercerita apa adanya,” jelas pengacara Komunitas Peduli Purwakarta (KPP) ini.

Menurut Riyad, siang itu sang anggota Dewan itu sedang rapat Banggar di Bandung. Kemudian, si anggota Dewan itu mendapat telpon dari BJB Purwakarta, agar segera tanda tangan sudah ditunggu notaris.

Selesai agenda di BJB, sore sang anggota dewan itu akan segera ke Bandung lagi. Nah, saat itu, menurut Riyad, sang anggota Dewan itu mampir ke kos Arf. Riyad membenarkan bahwa Arf adalah ASN yang bekerja di Sekwan DPRD Purwakarta.

Karena tergesa-gesa, sang anggota Dewan itu langsung masuk ke kamar Arf. “Tapi Arf mendadak kabur, tanpa memberi alasan apapun. Setelah tahu bahwa mantan Suami sang anggota Dewan itu ada di depan kosnya. Arf langsung pulang ke Ciganea menemui isterinya dan bercerita bahwa sang anggota dewan dan suaminya ada di kos Arf,” jelas Riyad.

Jadi, menurut pengacara sang.anggota Dewan ini, kejadian malam itu tidak ada apa-apa. Antara sang anggota Dewan dan mantan suaminya baik-baik saja. “Persoalan kemudian berkembang ketika isteri Arf mengadu ke Ketua Dewan dan Ketua Gerindra Purwakarta dengan tuduhan perselingkuhan,” jelas Riyad.

Menurut Riyad, antara sang anggota Dewan dengan suaminya sudah cerai. “Keputusan pengadilan baru seminggu lalu,” jelas Riyad. Sayangnya, ketika dimintai salinan putusannya, Riyad hanya menyatakan bahwa salinan putusan itu baru bisa diterima sebulan yang akan datang,” jelasnya.

Suami sanga anggota Dewan Drs, ketika dikonfirmasi juga menghindar. Pertanyaan media ini yang dikirim melalui whatsapp dan telpon langsung tidak direspon.

Dalam dugaan skandal perselingkuhan ini, yang dimaksud sanga anggota Dewan itu adalah FM, mantan Ketua Komisi I DPRD Purwakarta itu. (tim/KDR).

Tags

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *