Thursday, September 24, 2020
Beranda Head Line PEMUDA PANCASILA : "BUPATI ANNE LEBIH PRIORITASKAN PENCITRAAN DIRI KETIMBANG SEGERA MEMBAGI...

PEMUDA PANCASILA : “BUPATI ANNE LEBIH PRIORITASKAN PENCITRAAN DIRI KETIMBANG SEGERA MEMBAGI BANSOS KE WARGA YANG LAGI KELAPARAN.”

SPANDUK ‘AMBU’ BERTEBARAN DI MANA-MANA

PURWAKARTA (eNPe.com) – MPC Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Purwakarta, menyesalkan sikap Bupati Anne Ratna Mustika yang lebih mengedepankan pencitraan dirinya, ketimbang mengutamakan pencairan bantuan untuk rakyat Purwakarta yang kelaparan. Kini, menurut satu pengurusnya, bertebaran spanduk “AMBU” terkait program nasi bungkus di mana-mana.

Sekjen MPC PP Kabupaten Purwakarta Asep Kurnaiwan menyatakan hal itu kepada eNPe.com pagi ini (10/5/20). “Kita lihat jijik spanduk AMBU untuk program nasi bungkus. Ini orang belum juga move on dari Pilkada. Sekarang kita lagi menghadapi wabah Corona yang banyak sekali orang lapar. Ini kok yang diprioritaskan pencitraan,” jelas Asep.

“Bupati ini lebih mengedepankan pencitraan diri ketimbang segera merealisasikan pembagian Bansos ke masyarakat terdampak. Kita ini lagi perang melawan Corona bukan lagi Pilkada. Sungguh menyedihkan.” (Sekjen MPC PP Purwakarta Asep Kurniawan).

Ia sangat menyayangkan sikap Bupati itu. “Dia tega ya membangun citra dengan duit Corona. Sementara rakyatnya yang kelaparan sampai sekarang belum juga diurus. Ini sungguh memalukan. Moralitas politiknya rendah,” jelas Fapet sapaan akrab Asep.

Di banyak titik, hari-hari ini bermunculan spanduk warna biro. Betuliskan besar dengan warna merah kata “AMBU”. Di bawah tulisan itu ada penjelasannya “Antar Makanan Bungkus.” Foto Bupati ada di sisi kirinya.

Spanduk lain, ada juga dalam bentuk stiker, juga warna biru, bertuliskan panjang “Penerima Bantuan Sosial – Bagi Masyarakat Miskin dan Rawan Miskin.” Di sisi kirinya ada foto Bupati.

Asep menambahkan, mestinya Bupati lebih fokus dan kerja keras, bagaimana caranya warga terdampak wabah Corona bisa segera mendapat bantuan. “Mereka ada pengamen, Ojol, Seniman, Budayawan, Organ Tunggal. Mereka sudah dua bulan pendapatan nol rupiah. Mereka punya keluarga. Ini malah sibuk pencitraan diri. Sungguh memalukan kita punya pemimpin bermental seperti ini,” jelas Fapet.

Ia berharap, Tim Gugus Tugas tahu diri, mana yang prioritas mana yang tidak. “Kami sungguh geregetan dengan kejadian ini,” jelas Fapet.

PSBB MAKIN MENYENGSARAKAN MASYARAKAT

Terkait dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Asep juga menilai bahwa Bupati setengah-setengah dalam menerapkan kebijakan ini. “Dampaknya kebijakan PSBB makin menyengsarakan rakyat,’ jelasnya.

STIKER BERNADA PENCITRAAN BERTEBARAN DI MANA-MANA. PEMUDA PANCASILA MENYAYANGKAN SIKAP INI.

PSBB di Purwakarta, jelas Sekjen PP ini, cenderung kaku dan dipaksakan. “Kenapa PSBB hanya ketat di malam hari dan di jalan protokol. Ini karena Bupati tidak mau bertanggungjawab terhadap semua rakyatnya,” jelas Fapet.

Karena, kalau 24 jam, jelas Asep, Bupati akan menanggung semua beban itu. “Kalau malamkan orang sudah tidur. Dan PSBB di Purwakarta ini makin meyengsarakan rakyat,” jelasnya.

Yang kita kahwatirkan, jelas Fapet, kebijakan PSBB ini tidak menghasilkan sesuatu yang signifikan terkait pencegahan wabah Corona. “Sungguh menyedihkan kalau ini terjadi,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya meminta agar Bupati menyetop upaya-upaya pencitraan untuk dirinya. “Kita lagi menangani wabah penyakit, bukan lagi Pilkada,” jelas Fapet.

Ia juga meminta agar semua jenis Bansos bisa segera disalurkan. “Masih banyak yang mengeluh belum dapat. Mesti segera dibagikan, sebelum mereka marah akibat tidak tahan lapar,” jelasnya.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Purwakarta Iyus Permana, ketika ditanya soal spanduk-spanduk itu enggan menjelaskan. Gambar spanduk dan pertanyaan yang dikirim ke Iyus hanya dibaca saja. Iyus lebih memilih diam ketimbang menjelaskan soal pencitraan ini ke publik.

Sementara itu, sumber media ini di satu Kecamatan menceritakan bahwa ide spanduk “AMBU” terkait nasi bungkus ini disinyalir datang dari Bupati sendiri dalam satu rapat di Gugus Tugas. “Ide ini dari Ambu sendiri,’ jelasnya.(bay/KDR).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

JEMBATAN DARURAT BODEMAN AKAN DIBANGUN DARI APBD PERUBAHAN TAHUN ANGGARAN 2020

SUDAH DIAJUKAN ANGGARAN PERUBAHAN SEBESAR Rp 5 MILIAR PURWAKARTA (eNPe.com) - Jembatan Bodeman yang runtuh, menurut satu...

POLDA DAN KEJATI JABAR PERIKSA EMPAT PEJABAT DISTARKIM PURWAKARTA TERKAIT DUGAAN KORUPSI DI 11 PROYEK TERMASUK TAJUG GEDE CILODONG

KETUA KMP : "KAMI AKAN KAWAL SAMPAI TUNTAS." PURWAKARTA (eNPe.com) - Polda dan Kejati Jawa Barat...

TEST SWAB DI RS BAYU ASIH KINI BISA DALAM DUA JAM DIKETAHUI HASILNYA POSITIF CORONA ATAU TIDAK

SETELAH MENDAPAT BANTUAN MESIN PCR DARI GUGUS TUGAS PUSAT PURWAKARTA (eNPe.com) - Test swab -untuk tahu pasien...

SETELAH SEMPAT HABIS, PASIEN DENGAN STATUS PDP MUNCUL LAGI

TINGGAL DUA KECAMATAN YANG MASIH ZONA MERAH PURWAKARTA (eNTe.com) - Setelah sempat sembuh 100%, kini pasien dengan...