BisnisPemdaStraight News

PEMKAB PURWAKARTA DIMINTA CABUT TIGA IZIN PERUSAHAAN YANG GAGAL BANGUN KAWASAN INDUSTRI

PURWAKARTA (newspurwakarta.com) – Pemkab Purwakarta diminta mencabut izin lokasi tiga perusahaan yang gagal membangun kawasan industri di Babakancikao Purwakarta. Menurut satu Ketua LSM, langkah ini penting agar ada kepastian dalam pembangunan kawasan itu.

Budi S, Katua Pusat Pengkajian Pembangunan Purwakarta (KP4) menegaskan itu kepada newspurwakarta.comkemarin (11/3). “Tiga perusahaan ini sudah dua kali mendapat perpanjangan izin lokasi. Kalau mereka tidak kunjung mampu membeaskan lahan, mestinya dicabut saja izinnya,” tegas Budi.

Sudah hampir berjalan enam tahun lamannya, rencana pembukaan lahan seluas 1.200 hektar untuk kawasan industri di Kecamatan Babakacikao, Purwakarta belum juga terealisasi. Tiga perusahaan yang masing-masing memiliki konsesi untuk mengelola kawasan seluas 400 hektare belum juga melaksanakan pembebasan lahannya.

Budi mengatakan, pemerintah daerah harus bersikap tegas terhadap investor yang belum juga memenuhi komitmennya. “Pemkab harusnya memberitakan batas waktu kepada ketiga investor di Kecamatan Babakancikao tersebut untuk segera menyelesaikan pekerjaannya. Misalnya, jika sampai tahun 2019 ini belum juga menuntaskan pekerjaannya, maka ijin lokasi yang dimiliki harus ditinjau kembali,” katanya.

Berdasarkan catatan, sejak tahun 2012 awalnya ada investor yang berencana membebaskan lahan seluas 1.200 hektar di Kecamatan Babakancikao untuk dijadikan kawasan industri. Saat itu, ada satu perusahaan yang mengajukan ijin lokasi untuk membuka kawasan industri seluas 1.200 hektar di Kecamatan Babakabcikao, namun karena terbentur aturan Pemkab Purwakarta hanya bisa mengeluarkan ijin lokasi seluas 400 hektar untuk suatu perusahaan.

Makanya ijin lokasi untuk membebaskan lahan seluas 1.200 hektar untuk membuat kawasan industri dipecah menjadi tiga perusahaan yaitu PT Multi Optima Sentosa (PT MOS) yang diberikan ijin lokasi seluas 400 hektar di Desa Mulyamekar, Desa Maracang dan Desa Babakancikao, kemudian PT Argo Sentosa Pratama seluas 400 hektar di Desa Cigelam dan PT Sejuk Sentosa Lestari seluas 370 hektar di Desa Hegarmanah, Desa Babakancikao, Desa Maracang, Desa Ciwareng dan Desa Cigelam.

Sementara itu, Kepala Bidang Penanaman Modal pada Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) Purwakarta, Iwan Kuswandi mengatakan sampai saat ini, ketiga perusahaan yang masing-masing menguasai ijin lokasi seluas 400 hektar untuk mencapai 70% dalam melakukan pembebasan lahannya.

“Memang ketiga perusahaan itu sudah mendapat perpanjangan ijin lokasi pada 2016 yang sekarang progres pembebasannya sudah mencapai 70%,” kata Iwan.

Menurutnya, sesuai aturan jika progres pembebasan lahannya sudah mencapai 70%, maka mereka tidak perlu melakukan perpanjangan ijin lokasinya lagi. (fan/PU).

Tags

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *