BisnisHead LinePemda

PEMBEBASAN TANAH ROYAL CAMPAKA DIDUGA DIMARK UP Rp 50 RIBU PER METER, NEGARA DIRUGIKAN Rp 13 MILIAR

PROSES PEMBEBASAN TANAH MELIBATKAN PIHAK KETIGA

PURWAKARTA (eNPe.com) – Pembebasan tanah proyek perumahan Royal Campaka diduga dimark up sampai Rp 50 ribu per meter lebih. Kondisi ini terjadi, menurut satu mediator yang mengikuti proses ini, karena Perumans sebagai pengembang melibatkan pihak ketiga. Akibat dugaan kasus ini, negara dirugikan Rp 13 miliar lebih.

Ketua Komunitas Peduli Purwakarta (KPP) Munawar Cholil menegaskan,”Perum Perumnas adalah BUMN, jadi kalau terjadi dugaan mark up seperti itu sudah bisa dipastikan masuk kategori korupsi. Munawar menjelaskan itu kepada eNPe.com kemarin (19/8).

Menurut mediator itu, harga yang terjadi di masyatakat rentangnya antara Rp 150 ribu sampai Rp 500 ribu per meter. “Itu harga yang di belakang sampai depan. Tapi setahu saya, pihak Perumnas membeli antara Rp 250 ribu sampai Rp 1,2 juta per meter,” ujarnya.

Ia menambahkan, bahkan ada perwakilan dari Perumnas Pak Bambang dan Irwan S yang ikut terlibat langsung dalam proses pembebasan ini. “Setahu saya pihak ketiga yang menangani pembebasan tanah ini mendapat fee per meter Rp 50 ribu,” ujarnya.

Sebelumnya, pembanguan perumahan Royal Campaka ini bermasalah. Di samping melanggar tata ruang, perumahan ini juga belum mempunyai IMB tapi sudah melakukan pekerjaan perataan tanah. KPP kini sedang menggugat Royal Campaka dan empat pengembang lainnya ke PTUN.

Sementara itu, Manajer Perumnas Purwakarta Irwan S membenarkan keterlibatan pihak ketiga. “Pak Agus dan Bu Bian itu hanya membantu pemberkasan. Jadi tidak benar mereka mendapat fee Rp 50 ribu per meter,” jelas Irwan.

Smentara itu, baik Agus maupun Bian menolak berkomentar ketika dikonfirmasi. Pertanyaan yang dikirim melalui whatsapp hanya dibaca saja oleh keduanya. Mereka lebih memilih diam seribu bahasa. (bay/KDR).

ARTIKEL SERUPA  FM TEMUI DEDI MULYADI, DIDUGA MINTA PERLINDUNGAN

 

Tags

Related Articles

Beri Komentar :

Your email address will not be published. Required fields are marked *