BisnisHead LinePemda

PEMBANGUNAN GEDUNG SETDA TERBENGKALAI

DIDUGA AKIBAT TERLALU BESAR DIPOTONG SANA-SINI

PURWAKARTA (eNPe.com) – Pembangunan gedung Setda yang akan digunakan untuk kantor Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) terbengkalai. Mangkraknya bangunan itu, menurut satu sumber diduga akibat potongan proyek yang terlalu besar.

GEDUNG SETDA YANG TIDAK SELESAI DIDUGA AKIBAT TERLALU BANYAK POTONGAN PROYEK.

“Kalau kita bandingkan dengan pembangunan gedung Kesbang, sama-sama dua lantai, sama-sama Rp 2,2 miliar. Bahkan gedung Kesbang lebih luas. Tapi dua gedung menghasilkan hasil yang sangat kontras. Gedung sekda baru selesai 70% sementara Kesbang bisa 95%. Ini akibat potongan proyek terlalu besar,” jelas pejabat tinggi di Pemkab Purwakarta itu kepada eNPe.com akhir pekan lalu.

Ia menjelaskan dugaan potongan proyek bisa terjadi dibanyak TITIK. “Saat lelang untuk bisa menang diduga sudah mesti dipotong 2%, belum potongan di dinas terkait diduga bisa mencapai 10%,” jelasnya.

Pihaknya juga menjelaskan bahwa sejak tender proyek ini bermasalah. “Ini perusahaan yang memberi penawaran lebih tinggi malah dimenangkan,” jelasnya.

Menurutnya, mestinya perusahaan dengan penawaran lebih rendah yang menang. “Dugaan permainanya terlalu kasar,” jelasnya.

Berdasarkan data yang diperoleh media ini, saat tender ada dua perusahaan yang lolos sampai penentuan akhir, yaitu CV Citra Indah dan CV Fajar Anugrah. CV Citra Indah mengajukan penawaran Rp 2,2 miliar, sementara lawannya Rp 2,1 miliar. Meski menyodorkan penawaran lebih tinggi, CV Citra Indah dimenangkan dalam lelang itu.

SUDAH SESUAI KONTRAK

Sementara itu, Kabid Tata Bangunan Distarkim Pemkab Purwakarta Muhtar Jalaluddin ketika dikonfirmasi soal ini menyatakan kalau pembangunan gedung Setda itu bukan kewenangannya. “Itu ada di Setda,” jelasnya.

Iyus Permana, Sekda Pemkab Purwakarta ketika dikonfirmasi soal  terbengkalainya bangunan ini hanya diam saja. Pertanyaan yang dikirim kelalui whatsapp hanya dibaca saja. Iyus lebih suka diam seribu bahasa.

ARTIKEL SERUPA  KMP PERSOALAN JAM LEMBUR BURUH DI PABRIK-PABRIK YANG LANGGAR UU

Penjelasan soal ini akhirnya diperoleh dari Kabag Umum Setda Pemkab Purwakarta Dian Andriansyah. “Sudah sesuai kontrak dan RAB,” jelas Dian ringan saja.

Menurut Dian, gedung itu tidak terbengkalai. “Sesuai kontrak dan RAB memang tahap awal untuk pembangunan kontruksi. Jadi ini tidak terlambat. Dana yang tersedia tidak mencukupi,” jelas Dian.

Ia menambahkan bahwa kalau sampai selesai, pembangunan gedung itu memerlukan anggaran Rp 4 miliar. “Jadi pembangunan gedung itu sudah 100%,” ujarnya sambil berjanji akan memberikan dokumen kontrak dan RAB kepada media ini.

Dian enggan menjelaskan ketika ditanya bahwa mundurnya pembangunan gedung ini akibat banyaknya pungutan. Ia juga enggan menjelakan ketika dibandingkan dengan pembangunan gedung Kesbang. “Nanti saya pelajari dulu soal gedung Kesbang,” jelasnya ngeles. (nur/PU).

 

Tags

Related Articles

Beri Komentar :

Your email address will not be published. Required fields are marked *