BisnisFeaturesHead LinePemda

PDAM KEMBALI SIKSA WARGA, SELAMA TIGA HARI AIR TIDAK MENGALIR, DISAAT BANJIR TERJADI DI MANA-MANA

BUPATI MESTI COPOT DIREKSI YANG TIDAK BECUS BEKERJA

PURWAKARTA (eNPe.com) – Ironi hidup menimpa ratusan warga Dian Anyar Purwakarta. Ketika banjir meluap di mana-mana, warga Dian Anyar malah krisis air, akibat PDAM tidak becus menangani kerusakan pipa di Tegal Junti.

Krisis air sudah terjadi selama tiga hari. Antrian warga saat datang bantuan air pun mengular. “Intinya direksi memang tidak profesional menangani krisis akibat bencana. Kompetensi mereka rendah. Warga jadi korbannya,” jelas Wakil Ketua KPP Tarman Azam semalam (2/1).

ANTRIAN AIR DI DIAN ANYAR PERSIS ANTRIAN BERAS SAAT ZAMAN PKI

Sementara itu, Ketua KMP Zaenal Abidin menambahkan, problem pelik PDAM adalah soal kepemimpinan. “Ketika gagal menangani bencana, maka ada yang salah dengan manajemen di dalam. Mereka tidak becus secara cepat menangani bencana dan keluhan warga,” jelas Zaenal.

Untuk itu, KMP akan segera mengusulkan kepada Bupati agar direksi dirombak total. “Penyakit utama ada di direksi, mesti dipotong habis agar sehat,” jelas ZA sapaan Zaenal.

Keluhan warga, dan gerutuan warga menjadi hiburan tersendiri di Dian Anyar. Rasa pasrah dan geram bercampur menjadi satu.

Warga kembali mengandalkan masjid untuk mendapatkan air darurat. Inipun antri berkepanjangan.

Sebelumnya, di Dian Anyar hampir selama sebulan sejak November 2019 krisis air sudah terjadi. Saat itu, meski sudah musim hujan, air mengucur dua hari sekali.

Krisis kali ini akibat jebolnya tanggul di Tegal Junti yang menghancurkan pipa PDAM. Krisis airpun melanda ribuan warga di Citalang, Dian Anyar dan Cimaung.

Pemberitahuan dari PDAM menyebutkan perbaikan tidak bisa segera dilakukan atas pertimbangan keselamatan kerja.

Kini memasuki hari ketiga, krisis air masih berlangsung. Antrian masih terjadi di mana-mana. Entah sampai kapan krisis air di tengah hujan badai ini akan terus terjadi. (bay/PU).

ARTIKEL SERUPA  TUNJANGAN SERTIFIKASI DIPOTONG Rp 500 RIBU PER ORANG, GURU-GURU MUAK DENGAN DISDIK PEMKAB PURWAKARTA
Tags

Related Articles

Beri Komentar :

Your email address will not be published. Required fields are marked *