BisnisPemdaPolitik

PASIEN DENGAN STATUS PDP TERUS NAIK JADI 10 ORANG. RS BAYU ASIH MINTA BANTUAN WARGA UNTUK PENGADAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD).

KETUA KMP : “BUPATI MESTI ALIHKAN ANGGARAN TAJUG GEDE UNTUK MENANGGULANGI WABAH CORONA.

PURWAKARTA (eNPe.com) – Wabah virus Corona di Purwakarta terus membesar, jumlah pasien dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) naik dari delapan orang menjadi 10 orang, kemarin. Ketua Komunitas Masyarakat Purwakarta (KMP) meminta agar Bupati menyediakan dana bencana yang besar untuk menanggulangi wabah Corona ini.

Zaenal Abidin, Ketua KMP menjelaskan itu kepada eNPe.com pagi ini (25/3/20). “Kita prihatin dengan sikap Bupati yang hanya menyediakan anggaran bencana ala kadanya. Sampai RSUD Bayu Asih meminta bantuan alat pelindung diri (APD) ke masyarakat secara terbuka. Mestinya hal-hal seperti menjadi tanggung jawab Bupati,” jelas Zaenal.

“Bupati mesti berani mengalihkan dana sebesar Rp 22,6 miliar di Tajug Gede untuk dialihkan menjadi anggaran penanggulangan Corona. Tajug Gede kan urusan pencitraan orang per orang, sementara wabah Corona menyangkut rakyat Purwakarta.” (Zaenal Abidin, Ketua KMP).

Menurutnya, mengukur Bupati serius atau main-main dalam melawan vusir Corona sangat tercermin seberapa besar anggaran yang digelontorkan untuk menangani kasus ini.

“Jadi lucu, serangan wabah ini terus membesar, tapi kita berjuang tanpa senjata apapun. Kelangkaan masker dan alkohol 70% bukti kalau Pemkab memang tidak becus bekerja,” jelasnya.

ALIHKAN DANA TAJUG GEDE KE BENCANA CORONA

Pihaknya menekankan, perubahan APBD bisa dipercepat atas nama darurat. “Saya mengusulkan Bupati bersama dewan lakukan perubahan anggaran. Alihkan anggaran yang sifatnya pemborosan untuk tangani soal Corona,” jelasnya.

Zaenal menambahkan, ketimbang membangun Tajug Gede Cilodong sampai Rp 22,6 miliar, lebih baik dana itu dibatalkan dan gunakan untuk melawan wabah ini. “Tajug Gede kan untuk kepentingan seorang saja. Kalau Corona menyelamatkan rakyat Purwakarta,” jelas Zaenal.

ARTIKEL SERUPA  BUPATI AKHIRNYA SETUJUI IMB ROYAL CAMPAKA SELUAS 23 HEKTARE

RSUD AKUI MINTA BANTUAN

Sementara itu, Direktur Utama BLUD RS Bayu Asih Agung Darwis Nataatmadja mengakui kalau pihaknya meminta bantuan ke masyarakat soal APD.

“Kita merasa kekurangan dan kelangkaan. Kalau anggaran ada. Maka siapapun yang bisa menyediakan APD tolong bicara dengan kami,” jelasnya.

Ia menyatakan, dokter dan perawat harus mendapat perlindungan yang maksimal. “Mereka ada digarda terdepan. Maka dari itu mesti aman,” jelas Agung.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Purwakarta Deni Darmawan menyatakan hingga kini pasien dengan status PDP menjadi 10 orang, sementara pasien dengan status ODP masih 31 orang. (nur/ril/KDR).

Tags

Related Articles

Beri Komentar :

Your email address will not be published. Required fields are marked *