BisnisHead LineKomunitasPemda

PAKAR VIRUS DrH INDRO CAHYONO : “MENGHADAPI CORONA ITU CUKUP PATUHI SOP DAN WASPADA, SELEBIHNYA HIDUP NORMAL SAJA.”

PAKAR VIRUS INI SUDAH MENELITI BERBAGAI VIRUS SELAMA 35 TAHUN

JAKARTA (eNTe.com) – Satu pakar virus (Virologi) menyatakan, menghadapi wabah virus Corona kuncinya jangan panik. Menurutnya, cukup patuhi SOP pemerintah, waspada, selebihnya hidup normal.

DrH Indro Cahyono, satu pakar Virus menyatakan hal itu kepada sejumlah media beberapa hari yang lalu di Jakarta. “Virus Corona itu mudah mati atau hancur. Cukup dengan dicuci dengan sabun atau deterjen lainnya virus itu sudah mati. Kalau kena panas dengan suhu mulai 27 derajat celsius juga mati. Dan riset yang kami lakukan, tingkat kematian para penderita Corona, tidak akan lebih dari 3%,” jelas Indro.

“Virus Corona ini kekuatannya hanya satu, sebarannya saja yang cepat. Tapi virus ini gampang sekali mati dan hancur. Kuncinya, patuhi SOP pemerintah, waspada, hidup bersih dan sehat.” (Pakar Virus DrH Indro Cahyono).

Maka dari itu, menurut peneliti berbagai jenis virus ini, menghadapi wabah Corona kuncinya jangan panik. “Yang membuat panik itu berita di media massa. Padahal kalau dikenali dengan baik, maka cara menghadapi Corona juga jadi lebih santai,” jelasnya.

SEBARAN CEPAT, TAPI MUSNAHNYA JUGA MUDAH

Indro menambahkan, kekuatan virus Corona ini cuma satu. “Sebarannya cepat. Tapi perlu diingat, virus ini juga cepat dan mudah matinya,” jelasnya.

Menurutnya, virus Corona sudah ada sejak tahun 200 masehi. “Jadi bukan hal yang baru. Ini virus jenis lama. Maka dari itu jangan panik. Intinya, patuhi SOP dari pemerintah. Tetap waspada. Sehatkan tubuh. Selebihnya hidup normal,” jelasnya.

Kalau tubuh kita sehat, menurut Indro, maka dalam 14 hari virus Corona yang sudah masuk ke tubuh bisa mati oleh antibody dari dalam tubuh kita sendiri.

ARTIKEL SERUPA  JEMBATAN BODEM DI DESA CIJUNTI KECAMATAN CAMPAKA AMBRUK, SATU TEWAS TIGA LUKA-LUKA

PROSES PENULARAN CORONA

Indro menambahkan, virus Corona ini hanya bisa menyebar dari zat cair atau lingkungan atau benda yang lembab. “Di suhu panas 27 derajat celsius dia mati. Begitu juga saat terkena sabun atau deterjen lainnya, virus ini mati dan hancur,” ujarnya.

Menurut Indro, virus ini menular melalui benda-benda yang lembab atau cairan tubuh manusia. “Kalau orang terkena virus ini, reaksi pertama adalah bersin. Saat bersin, dia mengeluarkan percikan ludah dalam bentuk cairan. Kalau kita kena cairan itu, maka virus itu menempal di baju atau tubuh kita. Cara menghancurkannya ya cuci tangan dengan sabun dan cuci baju yang tepercik. Dengan cara itu hancur virus itu,” jelasnya.

“Pasien yang meninggal itu karena biasanya sebelum terkena virus sudah ada penyakit bawaan. Atau dalam posisi tidak sehat. Sehingga produksi antibodynya terhambat. Bagi yang sehat dan bugar, virus ini bisa dihancurkan dari dalam tubuh oleh antibody kita.”

Orang bersin, menurut Indro, cairan memuncrat paling jauh pada jarak 1,5 meter. “Maka dari itulah kenapa pentingnya menjaga jarak,” jelas Indro.

Kalau virus itu menempel di meja, atau lantai,”Ya cukup dipel lantai itu atau meja itu. Sudah bersih dari virus Corona.”

Jadi, menurut Endro, salah besar kalau ada yang bilang virus ini menyebar melalui udara. “Virus ini hanya bisa berkembang dari masusia satu ke masusia lain melalui sentuhan,” jelasnya.

KAPAN VIRUS INI HABIS

Menurut Indro, sebaran virus Corona akan cepat habis kalau komunkasi antar manusia sangat dibatasi. “Kalau masih-masing mengisolasi diri di rumah secara mandiri, selama dua minggu, wabah ini bisa hilang. Karena virus akan mati dengan sendirinya,” jelas Indro.

ARTIKEL SERUPA  KEJAGUNG AKAN TINDAKLANJUTI DUGAAN KORUPSI DPRD PURWAKARTA

Ia menjelaskan, saat orang terkena virus ini, reaksi pertama adalah bersin, karena virus bertahan di hidung. Karena saat itu, menurutnya, tubuh secara otomatis akan menolak.

“Tahap kedua adalah masuk ke kerongkongan, maka kemudian batuk. Setelah itu masuk ke saluran pernafasan. Saat di saluran ini virus menghancurkan sel-sel pernafasan. Makanya tubuh kemudian demam. Proses dari masuk hidung sampai merusak saluran nafas itu perlu waktu lima hari,” jelasnya.

Nah, pada hari ketujuh, menurut Indro, tubuh mulai meproduksi antibody dari dalam tubuh. “Dan antibody ini akan terus naik sampai hari ke-14. Jika tubuh kita sehat, antibody bisa mengalahkan virus itu. Dan kita sehat dengan sendirinya,” jelasnya.

YANG SUDAH SEMBUH APA BISA DISERANG LAGI?

Indro menambahkan, sifat virus ini sekali tersebar, maka tingkat penyebarannya tidak akan bisa dibendung.

Apakah orang yang sudah sembuh bisa terkena virus Corona lagi? Menurut Indro bisa. Tapi, karena di dalam tubuh sudah ada rekam jejak pernah terkena Corona, maka menurutnya,”Antibody bekerja dengan lebih cepat dan kuat,” jelasnya.

Kalau pada serangan pertama, menurut Indro, antibody ini baru bekerja setelah tujuh hari. “Tapi kalau pada serangan kedua, tiga jam setelah virus itu masuk, antibody langsung bekerja melawan virus itu. Jadi tubuh sudah tahan terhadap serangan kedua. Antibody akan bekerja dengan baik kalau kita minum vitamis C dan E dalam dosis tinggi,’ jelas Indro.

TIDAK USAH PARANOID

Pihaknya kembali menegaskan, bahwa masyarakat tidak usah panik. “Yang membuat masyarakat pada takut karena pemberitaan yang terlalu masif, sementara dari pemerintah minim edukasi yang benar,’ jelasnya.

Kuncinya, menurut Indro, jaga kebugaran tubuh, dengan olah raga, banyak minum fitamin C dan E. “Selebihnya selama 14 hari di rumah saja. Patuhi anjuran pemerintah. Hidup bersih, rajin cuci tangan. Tapi tetap waspada. Selebihnya hidup normal saja,” jelas Indro.

ARTIKEL SERUPA  DEWAN ETIK GERINDRA MULAI GELAR SIDANG DUGAAN PERSELINGKUHAN FM

Kalau masing-masing keluarga melakukan itu, jelas Indro, wabah ini akan redup dengan segera. “Virus itu tidak ada kesempatan berkembang. Dan dia akan mati dengan sendirinya,” jelas Indro.

Banyak warga yang paranoid dan ketakutan, menurutnya,”Itu karena lebih banyak mendengarkan berita tentang yang mati. Padahal, kematian oleh virus ini lebih karena faktor riwayat penyakit yang bersangkutan. Kalau kita sehat dan bugar, virus ini bisa dihancurkan oleh antibody dari dalam tubuh kita sendiri. Perlu diingat, yang kena virus ini 97% sembuh.” (ril/PU)

Related Articles

Beri Komentar :

Your email address will not be published. Required fields are marked *