Head LineKriminalPemda

ASET PEMKAB YANG HILANG SENILAI Rp 45,5 MILIAR. TERMASUK DUA LUKISAN DI DINAS PENDIDIKAN SENILAI Rp 5,4 MILIAR

SOAL ASET HILANG INI, BUPATI TIDAK MENGGUBRIS REKOMENDASI BPK PADA 2017

PURWAKARTA (eNPe.com) – Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK pada 2018 menunjukkan bahwa ada aset Pemkab Purwakarta yang hilang sebesar Rp 45,5 miliar. Dari yang hilang itu, di antaranya dua lukisan di Dinas Pendidikan senilai Rp 5,4 miliar. Menurut satu aktivis antikorupsi, orang maling ayam saja ditangkap, ini Pemkab kehilangan aset sebesar itu tidak ada satupun yang diringkus.

Wakil Ketua Komunitas Peduli Purwakarta (KPP) Tarman Sonjaya menegaskan itu kepada eNPe.com kemarin (15/10). “Saya sering mengatakan kepada pejabat Pemkab, kalau ada kehilangan aset yang begitu besar kenapa tidak ada satu orang pun yang diproses secara hukum. Orang kalau maling ayam yang nilainya Rp 60.000 saja dihukum,” jelas Tarman.

TARMAN SONJAYA

Berdasarkan laporan LHP BPK pada 2018, ketika satu tahun Bupati Anne Ratna Mustika menjabat, disebutkan bahwa aset yang menguap itu ada di 9 Organisasi Perangkat Daerah (OPD). BPK juga menyebut daftar kehilangan aset ini sama dengan daftar pada 2017, di ujung masa jabatan Dedi Mulyadi.

Aset-aset yang hilang itu adalah sebagai berikut;

Aset tetap yang raib di Dinas Kesehatan sebesar Rp 1,5 miliar. Berdasarkan laporan BPK hasil pemeriksaan No. 38.B/LHP/XVIII.BDG/05/2016 tanggal 31 Mei 2016 mengungkapkan bahwa terdapat aset tetap berupa peralatan dan mesin yang hilang, sebanyak tujuh item barang senilai Rp 1,5 milar.

Aset tetap pada Dinas Pendidikan yang hilang keberadaannya senilai Rp 5,8 miliar. BPK berdasarkan laporan hasil pemeriksaan No. 36.B/LHP/XVIII.BDG/05/2017 tanggal 29 Mei 2017 dan No. 24.B/LHP/XVII.BDG/05/2018 tanggal 23 Mei 2018 mengungkapkan bahwa sebanyak 11 item aset tetap dalam bentuk peralatan dan mesin serta dua aset tetap dalam bentuk lukisan senilai Rp 5,9 miliar tidak diketahui rimbanya.

Aset tetap di Dinas Pertanian yang hilang senilai Rp 821,9 juta. Aset tetap yang hilang keberadaannya di Kacamatan purwakarta senilai Rp 41,6 juta.

Aset yang hilang lainnya adalah di BLUD RS Bayu Asih senilai Rp 3,1 miliar. Aset tetap di Sekda senilai Rp 29,6 miliar. Aset di Dinas PUBMP senilai Rp 4 miliar.

Aset yang juga amblas adalah di Dinas Kominfo senilai Rp 790,2 juta dan aset di Dinas Poraparbud sebesar Rp 1,8 miliar.

 ASET TANAH Rp 225 MILIAR TIDAK BERSERTIFIKAT

Sementara itu, masih menurut LHP BPK pada 2018 juga menyebutkan bahwa masih banyak aset Pemkab Purwakarta yang belum jelas sertifikatnya.

KADISDIK PURWANTO

Berdasarkan laporan BPK hasil pemeriksaan No. 34B/LHP/XVII.BDG/05/2018 tanggal 23 Mei 2018 mengungkapkan bahwa 1.258 bidang tanah senilai Rp 269,2 miliar, belum semuanya memiliki bukti kepemilikan.

Dari hasil pemeriksaan menyebutkan, hanya 163 bidang yang sudah disertifikasi. Selebihnya, sebanyak 1.095 atau aset senilai Rp 225 miliar belum jelas status suratnya.

Hilangnya aset-aset itu, masih menurut LHP BPK lebih disebabkan karena Pemkab Purwakarta tidak menindaklanjuti rekomendasi BPK pada hasil pemeriksaan di 2017.

Terkait dengan lukisan yang nilainya Rp 5,4 miliar, Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Purwakarta Purwanto pernah mengaku bingung dengan hasil pemeriksaan BPK itu. “Setahu saya Disdik tidak punya museum galeri lukisan,” jelas Purwanto di hadapan banyak aktivis antikorupsi saat itu. (bay/PU).

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close