BisnisHead LinePemda

PABRIK ELEKTRONIK PT META BAKTI MANDIRI BERDIRI DI TENGAH PEMUKIMAN WARGA DI DESA CIRANGKONG. IZIN MESTI DITINJAU ULANG.

KETUA KMP : PATUT DIDUGA ADA KONG KALINGKONG DENGAN PENGUASA PURWAKARTA

PURWAKARTA (eNPe.om) – Pembangunan pabrik elektronik oleh PT Meta Bakti Mandiri di Desa Cirangkong Kecamatan Cibatu – Purwakarta berdiri di tengah permukiman warga dan di sekelilingnya lahan sawah produktif. Ketua Komunitas Masyarakat Purwakarta (KMP) menegaskan Bupati mesti meninjau ulang izin pabrik itu.

Ketua KMP Zaenal Abidin menegaskan itu kepada eNPe.com hari ini (27/3/20). “Kalau melihat karakternya, pabrik elektronik berdiri di tengah pemukiman dan di sekelilingnya adalah sawah produktif, patut diduga izin kelar hasil kong kalingkong dengan pejabat. Bupati mesti meninjau ulang,” jelas Zaenal.

“Pabrik elektronik ini kalau sampai berdiri bakal membawa banyak masalah dengan masyarakat. Belum soal jalan yang pasti mulai rusak. Sawah di sekitar itu juga berpotensi jadi rusak.” (Ketua KMP Zaenal Abidin).

Pemkab, menurut Zaenal, tidak menimbang secara menyeluruh terkait perizinan pabrik itu. “Saya kira mereka tidak menghitung matang saat memberikan izin,” jelas Zaenal.

Ia menjelaskan,”Persis di depan pabrik itu rumah warga. Hanya dipisah oleh jalan selebar tiga meter. Sementara persis di sisi kanan pabrik itu rumah warga. Bahkan tembok pembatas antara rumah warga dan pabrik itu dibagian depan kelewat tinggi. Ini beresiko roboh. Jadi bakal banyak masalah,” jelas Zaenal.

Kalau melihat jalan lingkungan yang dipakai, menurut Zaenal, juga tidak memungkinkan untuk sebuah pabrik elektronik seluas lima hektare. “Jalannya kecil, tidak ada akses lain kecuali jalan desa itu. Dan sekarang jalan itu sudah mulai rusak,” jelas ZA, sapaan akrab Zaenal.

BANYAK ASPEK NEGATIFNYA

Jadi, menurut Ketua KMP ini, keberadaan pabrik itu banyak potensi yang bakal jadi rusak. “Tidak mempertimbangkan keselamatan warga masyarakat. Yang pasti rusak adalah jalan kampung itu,” jelasnya.

Apalagi, jelas ZA, lokasi itu dikelilingi oleh sawah produktif. “Bupati sekarang sangat konsen untuk mempertahankan sawah. Makanya bisa terbit izin sungguh mengherankan,” jelasnya.

Pihaknya menegaskan, KPM akan mempersoalkan masalah ini. “Kita akan kejar terus ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Kenapa pabrik bermasalah ini bisa keluar izinnya. Dinas ini memang dalam beberapa kasus suka memain-mainkan perizinan,” jelas Zaenal.

PT Meta Bakti Mandiri, menurut satu warga yang ikut dalam proses pembebasan lahan itu, terjadi pada empat tahun silam. Saat itu, peruntukan lahan di situ adalah untuk perumahan, bukan untuk industri. Perusahaan itu membebaskan lahan di Desa itu seluas lima hektare.

Sementara itu, saat reporter media ini meninjau lokasi, tampak di belakang areal itu sedang melakukan perataan. Empat alat berat bekerja melakukan perataan tanah. Sementara pada sisi lain sejumlah pekerja sedang membangun pagar pembatas di areal itu. (nur/KDR).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close