Head LineKecamatanKriminal

ORANG TUA SISWA SMP NEGERI 2 WANAYASA PROTES, SEKOLAH KUTIP Rp 250 RIBU PER MURID UNTUK PERPISAHAN DAN UJIAN KOMPUTER

KEPALA SEKOLAH BERDALIH MENDAPAT PERSETUJUAN DARI KOMITE SEKOLAH

WANAYASA (eNPe.com) – Himbauan Menteri agar Sekolah jangan mengutip iuran siswa untuk perpisahan, buat SMP Negeri 2 Wanayasa, tidaklah penting. Menurut satu orang tua siswa, Sekolah telah memutuskan mengutip per siswa Rp 250 ribu untuk perpisahan dan ujian komputer.

“Kami orang tua keberatan, karena kami rata-rata tidak mampu. Kami sudah berusaha menawar ke Kepala Sekolah tapi tidak digubris. Alasan Kepala Sekolah Sri Kaswati sudah mendapat persetujuan dari Komite Sekolah,” jelas orang tua siswa yang mengaku keberatan pagi ini (27/2) kepada eNPe.com.

Pihaknya meminta agar Dinas Pendidikan Purwakarta membatalkan pungli ini. “Edaran Menteri Pendidian jelas, tidak boleh ada pungutan apapun,” jelasnya.

Ia menambahkan, orang tua siswa dalam posisi sulit. “Kami tidak semua dari kalangan orang berada. Kami keberatan dengan kebijakan Kepala Sekolah ini,” jelasnya.

Ketua DPC Projo Purwakarta Asep Burhana menyayangkan kejadian ini. “Di era Jokowi sekolah mesti murah dan bersih dari pungutan apapun. Kami minta Kepala Dinas Pendidikan menindak pelanggaran ini,” jelas Asep.

Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Wanayasa Sri Kaswati ketika dikonfirmasi soal ini enggan menjelaskan. Pertanyaan yang dikirim melalui sms tidak direspon sama sekali. Pihaknya lebih memilih diam, ketimbang menjelaskan soal ini. (ril/PU)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close