Head LinePolitikTajuk

NASIB H. AMING DAN RASA MALU BUPATI ANNE RATNA MUSTIKA YANG MULAI HILANG?

” SIAPA MENEBAR ANGIN, IA AKAN MENUAI BADAI”

PUBLIK tentu miris, mendengar ‘penganiayaan’ politik yang dialami Wakil Bupati Purwakarta H. Aming. Anak muda berprestasi, dari keluarga miskin, berjuang untuk hidup layak dan sukses. Bahkan dulu untuk sekolah saja tidak mampu. Kariernya melejit. Jadi Kades. Naik tajam jadi pengusana ‘binaan’ penguasa, kemudian naik lagi jadi Wakil Bupati. Dan terakhir jadi ‘pedagang’ petai.

Ini setelah karier politiknya yang lagi moncer diredupkan dan diberangus oleh penguasa yang bengis dan tak berperikemanusiaan.

Publik juga tahu, bahwa H. Aming sekarang bukan anak-anak lagi dalam urusan politik. Ia pun sebentar lagi menyandang gelar sarjana. Sayang dinasti tetap menganggap dia anak kecil, bodoh yang kehidupan politiknya bisa dimain-mainkan kaya boneka. Padahal H. Aming sekarang sangat berbeda. Setidaknya isi kepalanya mulai berdaging.

Maka dari itu, ketika Bupati Anne mempreteli kewenangannya, kemudian sempat menahan tunjangannya, menghapus semua haknya sebagai pejabat nomer dua untuk bermedsos, publik pun bertanya,”Ada apa gerangan di kekuasaan dinasti Purwakarta saat ini?”

“Tekanan politik oleh penguasa yang dialaminya sekarang akan menempa H Aming menjadi baja. Dan satu saat akan sangat membahayakan bagi lawan politiknya.”

Anne yang kita kenal selama ini sebenarnya memancarkan nilai-nilai keibuan sebagai Bupati. Ia lembut dalam bertutur kata. Selalu menebarkan senyum. Tapi publik tidak pernah tahu, di ruang-ruang kosong, gelap dan sangar, tangan-tangan Bupati laiknya tangan yang ganas dan kejam. Sama sekali tidak mencerminkan tampilannya selama ini di hadapan publik.

Kita semua tahu, H. Aminglah yang menggelontorkan dana untuk kampanye, membeli partai saat pilkada lalu. Dari sakunya yang tebal, menggerojog uang sebesar Rp 36 miliar. Tapi apa lacur, H. Aming laiknya habis manis sepah dibuang.

ARTIKEL SERUPA  PARTAI GELORA DAN KOPI REVOLUSI FAHRI HAMZAH

Bupati Anne dalam urusan yang satu ini sungguh buruk. Ia rupanya diduga mencontoh suaminya saat mejabat sebagai Bupati dulu. Saat itu Dudung B. Supardi sebagai Wakil pun mengalami “penganiayaan” politik yang tidak kalah serunya.

Tentu kita sangat menyayangkan.

Bupati adalah pemimpin. Ia adalah tauladan bagi rakyatnya. Kalau di ruang-ruang publik yang dipertontonkan adalah kepalsuan demi kepalsuan, pencitraan demi pencitraan, publik itu komunitas yang cerdas. Mereka lama kelamaan akan tahu siapa hakekatnya Anne. Ada apa dengan dugaan “campur tangan” sang mantan? Sehingga kehidupan politik di Purwakarta menjadi sangat kisruh. Tidak ada ruang sedikitpun dengan kesantunan berpolitik, atau keadaban budaya dalam pergaulan politik.

Aming dan segala apa yang dipunyainya pasti tidaklah tinggal diam. Ia akan terus tertempa, membaja. Karena hanya baja yang bisa menempa besi. Dan Aming akan terus membaja oleh sistem politik kotor yang diduga sedang dibuat dan direkayasa oleh penguasa dinasti saat ini.

Ia bisa jadi akan menjadi karma bagi siapa saja yang menganiayanya. Kami termasuk yang berharap agar ‘penganiayaan politik’ yang dialami oleh H. Aming, seorang Wakil yang terpilih secara sah oleh konstitusi, akan terus terjadi. Karena percayalah, siapa yang menabar angin, Ia akan menuai badai.

Publik tinggal menunggu saja bahwa H. Aming kelak akan memetik buah yang kelewat manis. Ketika simpati publik mulai membuncah, atas serentetan ‘penganiayaan’ politik yang dialaminya.

Karena sepandai-pandai tupai melompat, pasti akan gawal juga. Sepintar-pintarnya penguasa membungkus bangkai, bau itu akan menjalar ke mana-mana.

Kita tentu sangat prihatin, ketika pemimpin Purwakarta sudah hilang rasa malunya, sudah lupa akan nilai-nilai kejujuran, menjunjung tinggi moralitas dan menghargai kawan seiring.

ARTIKEL SERUPA  BUPATI ANNE ANDA PILIH MANA, MEMBUAT RSUD BAYU ASIH BANGKRUT ATAU MEMPERTAHANKAN HIBAH Rp 30,5 MILIAR?

Purwakarta yang mengagung-agungkan kebudayaan yang adi luhung, dalam praktek politiknya lebih memancarkan sikap politik yang bengis, sadis dan biadab.

Atau kalian yang sering menggurui soal pentingnya membangun karakter, tapi karakter yang kalinan tonjolkan adalah sikap menggunting dalam lipatan, menohok kawan seiring, dan suka memainkan politik belah bambu.

Selamat berdjoang H. Aming. Publik sangat simpatik kepadamu. (PU).

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker