Head LineKriminalPemda

MISTERI DUA LUKISAN SENILAI Rp5,4 MILIAR YANG HILANG MISTERIUS

PATUT DIDUGA INI AKUMULASI PROYEK FIKTIF

PURWAKARTA (eNPe.com) – Publik dibuat terhenyak. Dari total aset Pemkab Purwakarta yang hilang, dua di antaranya adalah dua lukisan yang nilainya mencapai Rp 5,4 miliar.

Siapa gerangan pejabat penikmat lukisan semahal itu? Menurut Ketua KMP Zaenal Abidin, hilangnya dua lukisan super mahal ini bisa karena dua kemungkinan.

DAFTAR ASET YANG HILANG

“Pertama memang pejabat yang maniak lukisan, kemudian setelah tidak menjabat lagi dua lukisan itu dibawa pulang. Atau kasus ini adalah akumulasi proyek fiktif yang perlu saluran legitimasi. Maka dibuatlah seolah untuk membeli dua lukisan,” jelas Zaenal.

APAKAH DEDI MULYADI TAHU DI MANA LUKISAN ITU?

Hasil Audit BPK pada 2017 dan 2018 menyebutkan bahwa di Dinas Pendidikan Pemkab Purwakarta, total aset yang hilang mencapai Rp 5,9 miliar. Masih menurut hasil audit itu, ada 13 item aset tetap yang hilang. Dua di antaranya adalah dua lukisan senilai Rp 5,4 miliar.

Pada lampiran 9 buku LHP BPK 2018 menyebutkan, 13 item aset tetap yang hilang di Dinas Pendidikan antara lain;

1. PC unit, tahun pembelian 2003, jumlah 2 unit, harga per unit Rp 8 juta, total aset yang hilang Rp 16 juta.

2. PC unit, tahun pembelian 2003, jumlah 1 unit, harga per unit Rp 11 juta.

3. PC Unit, tahun pembelian 2003, jumlah 10 unit, harga per unit Rp 1,2 juta, total aset yang hilang Rp 12 juta.

4. PC Unit, tahun pembelian 2003, jumlah 14 unit, harga per unit Rp 1,2 juta, total aset yang hilang Rp 16,8 juta.

5. Printer, tahun pembelian 2003, jumlah 3 unit, harga per unit Rp 9 juta, total aset yang hilang Rp 27 juta.

6. Computer Compatible, tahun pembelian 2003, jumlah 5 unit, harga per unit Rp 15 juta, total aset yang hilang Rp 75 juta.

ARTIKEL SERUPA  BUPATI MESTI TERBUKA SOAL DUGAAN SATU WARGA PURWAKARTA TERPAPAR CORONA DAN DILARIKAN KE RS HASAN SADIKIN BANDUNG

7. Computer Compatible, tahun pembelian 2003, jumlah 4 unit, harga per unit Rp 15 juta, total aset yang hilang Rp 60 juta.

8. Unit pemancar VHP/FM Portable, tahun pembelian 2003, jumlah 1 unit, harga per unit Rp 50 juta.

9. overhead Projector, tahun pembelian 2003, jumlah 2 unit, harga per unit Rp 30 juta, total aset yang hilang Rp 60 juta.

10. Sepeda motor Suzuki A-100, tahun pembelian 1995, jumlah 6 unit, harga per unit Rp 5 juta, total aset yang hilang Rp 30 juta.

11. Sepeda motor Suzuki A-100, tahun pembelian Rp 1997, jumlah 4 unit, harga per unit Rp 5,3 juta, total aset yang hilang Rp 21,5 juta.

12. Lukisan, tahun pembelian 2005, jumlah 1 unit, harga per unit Rp 3,3 miliar.

13. Lukisan, tahun pembelian 2011, jumlah 1 unit, harga per unit Rp 2,5 miliar.

Hasil penelusuran media ini terhadap harga pasaran maestro lukisan Indonesia, seperti lukisan Basuki Abdullah dan Affandi memberi gambaran  sebagai berikut.

Lukisan Basuki Abdullah paling rendah dihargai Rp 1,5 miliar. Sementara lukisan paling mahal pernah terjual Rp 200 miliar. Sementara, lukisan Affandi paling murah Rp 2,5 miliar, sedangkan harga yang paling mahal mencapai Rp 120 miliar rupiah.

Kepala Dinas Pendidikan Purwanto, di hadapan aktivis antikorupsi, ketika ditanya soal lukisan itu mengaku heran. “Setahu saya Dinas Pendidikan tidak punya galeri lukisan sebanyak itu,” jelasnya.

Sementara itu, Dedi Mulyadi sepanjang berkuasa, lebih mengedepankan aspek budaya. Apakah DM tahu di mana gerangan lukisan itu? (nur/PU).

 

Tags

Related Articles

Beri Komentar :

Your email address will not be published. Required fields are marked *