Head LinePemda

MESKI PROGRAM DINAS BINA MARGA BANYAK TERKENA EFISIENSI, TAPI INFRASTRUKTUR JALAN 86% SUDAH DALAM STATUS MANTAP

LINGKAR BARAT TINGGAL 10 Km AKAN DITUNTASKAN TAHUN INI

PURWAKARTA (eNPe.com) – Proyek infrastruktur di Dinas PU, Bina Marga dan Pengairan (PUBMP), banyak yang terkena program refocusing akibat wabah Corona. Meski begitu, menurut satu pejabat, secara umum jalan dengan status mantap terus meningkat, mencapai 86% dari total ruas jalan di Purwakarta sepanjang 728,94 Km.

Ryan Octavia, Kepala Dinas PUBMP Pemkab Purwakarta menyatakan hal itu kemarin (26/620) kepada sejumlah awak media. “Di masa Pandemi ini Dinas PUBMP mesti merasionalisasi anggaran. Kendati banyak program infrastruktur yang dipending, tapi secara umum peningkatan jalan dengan status Mantap terus berkembang,” jelas pejabat yang saat mengikuti open bidding sebagai calon Kadis PUBMP mendapat rangking satu ini.

“Kita hanya akan memakai kontraktor atau rekanan yang profesional dan bertanggung jawab. Ini sesuai amanat Bupati.” (Kadis PUBMP Pemkab Purwakarta Ryan Octavia).

Ryan menjelaskan, dari catatan yang ada di dinasnya, persentase pembangunan jalan selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. “Sebelum 2008, Purwakarta memiliki persentase ruas jalan mantap sebesar 62,2% atau sepanjang 447 Kilometer dari total panjang jalan kabupaten yang mencapai 728,94 kilometer.

Persentase kemantapan jalan ini, ujar Ryan, terus meningkat dari tahun ke tahun. “Hingga akhir 2019 kemarin, jalan mantap di wilayah kami mencapai 86% dari total panjang jalan yang ada,” ujar alumni Undip Semarang ini.

Menurut Ryan, sebelum wabah Corona meledak, Dinas ini sudah merencanakan 17 program dan 177 kegiatan. Diantaranya, menyangkut penataan infrastruktur, jelasnya.

KONTRAKTOR MESTI PROFESIONAL DAN BERTANGGUNG JAWAB

Untuk program infrastruktur, menurut Ryan, salah satu fokusnya tak lain menuntaskan PR yang belum rampung di tahun sebelumnya. “Misalnya, finishing jalur Lingkar Barat yang menjadi jalur penghubung antara Sukasari dan Maniis,” ujar penggemar Ust Adi Hidayat ini.

“Dari data yang ada, di Jalur Lingkar Barat tersebut, sampai saat ini masih menyisakan sekitar 10 Km lagi yang belum di beton. Serta, belum dibangunnya tiga jembatan penghubung sebagai penunjang jalur tersebut,” jelasnya.

Ryan menambahkan, sebenarnya, secara fungsional jalur ini memang sudah bisa digunakan seluruhnya. “Hanya tinggal penyelesaian akhir saja,” kata dia.

Pihaknya mengklaim, persoalan infrastruktrur khususnya jalan nyaris rampung 100%. “Bahkan, hingga ke peloksok Desa pun pemkab telah melakukan pembenahan jalan bagi masyarakat. Karena, itu memang menjadi prioritas pemerintah selama ini,” ujar Ryan.

Pada kesempatan lain, Ryan menandaskan di era kepemimpinannya, hanya akan menggunakan kontraktor yang punya kredibilitas. “Ini sesuai amanat dari Bupati bahwa kontraktor atau rekanan yang dipilih mesti profesional dan bertanggung jawab,” jelas Ryan. (ril/PU).

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close