Thursday, September 24, 2020
Beranda Bisnis MESKI MULAI TANAM DI BEBERAPA TEMPAT, DISPANGTAN MENYATAKAN SORGUM BELUM MENJADI TANAMAN...

MESKI MULAI TANAM DI BEBERAPA TEMPAT, DISPANGTAN MENYATAKAN SORGUM BELUM MENJADI TANAMAN PRIORITAS

PADI DAN JAGUNG TETAP MENJADI TANAMAN UNGGULAN

PURWAKARTA (eNPe.com) – Meski sudah mulai ditanam di beberapa tempat, menurut satu pejabat, tanaman Sorgum belum menjadi tanaman prioritas. Menurutnya, padi dan jagung tetap yang diunggulkan.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Pemkab Purwakarta Agus Rachlan Suherlan menyatakan hal ini kepada sejumlah media hari ini (16/6/20). “Sorgum akan kita kembangkan kalau daya serap pasarnya sudah tinggi. Tapi saya mengapresiasi penanaman Sorgum di Sukatani dan Sukasari,” jelas Agus.

“BUMDes mesti berkembang mandiri. Ini agar perputaran uang terjadi di desa-desa.” (Kepala DPMD Pemkab Purwakarta Jaya Pranolo).

Meski begitu, menurut Agus, Sorgum adalah salah satu tanaman pangan yang tahan di lahan kering dan berpotensi dikembangkan di Indonesia. “Sorgum memiliki kemampuan beradaptasi pada lahan marginal dan membutuhkan air relatif lebih sedikit karena lebih toleran terhadap kekeringan jika dibandingkan dengan tanaman pangan lain,” ujar Agus.

Menurut Agus, biji sorgum mempunyai kualitas nutrisi yang sama kualitasnya dengan jagung dan beras. “Di Purwakarta tanaman Sorgun telah dibudidayakan di Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani dan Desa Sukasari, Kecamatan Sukasari,” katanya.

Agus mengapresiasi pemuda Sukasari yang tergabung dalam BUMDes telah mengelola sorgum menjadi bahan dasar kue dan lainnya. “Pengembangan sorgum ada di Sukasari tapi ada juga di Sukatani. Memang yang di Sukasari ini diinisiasi oleh BUMDes Sukasari,” ujar dia.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pemkab Purwakarta Jaya Pranolo melakukan kunjungan kerja ke BUMDes di Sukasari. “Mereka mengembangkan budidaya tanaman Sorgum. Satu inovasi yang bagus dan patut didukung,” jelas Jaya.

Ia berharap BUMDes lain juga bisa mengembangkan inovasi yang lain sesuai potensi setempat. “BUMDes mesti mandiri agar perputaran ekonomi bisa berkembang di desa-desa,” jelas Jaya. (ril/PU).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

JEMBATAN DARURAT BODEMAN AKAN DIBANGUN DARI APBD PERUBAHAN TAHUN ANGGARAN 2020

SUDAH DIAJUKAN ANGGARAN PERUBAHAN SEBESAR Rp 5 MILIAR PURWAKARTA (eNPe.com) - Jembatan Bodeman yang runtuh, menurut satu...

POLDA DAN KEJATI JABAR PERIKSA EMPAT PEJABAT DISTARKIM PURWAKARTA TERKAIT DUGAAN KORUPSI DI 11 PROYEK TERMASUK TAJUG GEDE CILODONG

KETUA KMP : "KAMI AKAN KAWAL SAMPAI TUNTAS." PURWAKARTA (eNPe.com) - Polda dan Kejati Jawa Barat...

TEST SWAB DI RS BAYU ASIH KINI BISA DALAM DUA JAM DIKETAHUI HASILNYA POSITIF CORONA ATAU TIDAK

SETELAH MENDAPAT BANTUAN MESIN PCR DARI GUGUS TUGAS PUSAT PURWAKARTA (eNPe.com) - Test swab -untuk tahu pasien...

SETELAH SEMPAT HABIS, PASIEN DENGAN STATUS PDP MUNCUL LAGI

TINGGAL DUA KECAMATAN YANG MASIH ZONA MERAH PURWAKARTA (eNTe.com) - Setelah sempat sembuh 100%, kini pasien dengan...