BisnisHead LineLingkungan

LOKASI TAMBANG PASIR H. ENTIS, AHIN DAN ASEP ABDULLOH TIDAK MENGANTONGI IZIN

BUPATI MESTI TEGAS MENUTUP LOKASI ITU

BANDUNG (eNPe.com) – Lokasi tambang pasir milik Haji Entis, Ahin dan Asep Abdulloh ternyata tidak berizin. Penjelasan itu disampaikan oleh Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Jawa Barat.

“Jadi sepanjang catatan kami, ketiga lokasi tambang pasir itu tidak berizin,” jelas Sekretaris DPMPTSP Jawa Barat Rina Rahdianawati kepada sejumlah media kemarin (20/1).

Menurutnya, pihaknya sudah melakukan pencarian data terkait usaha tambang itu. “Berdasarkan IUP yang sudah kami keluarkan, maka nama Haji Entis (di desa Cirende) dan Ahin serta Asep Andulloh (keduanya ada di Desa Parakan Lima) tidak tercantum di perizinan kami,” jelasnya.

MINTA DITUTUP

Sementara itu, Tarman Sonjaya Ketua LSM Amarta meminta agar Pemkab tegas menutup lokasi-lokasi tambang itu. “Mereka sudah beroperasi lama. Dan terbukti tidak berizin, Bupati mesti tegas untuk menutupnya,” jelasnya.

Menurut Tarman, terlalu berisiko kalau operasi tambang tanpa izin. “Tanggung jawab untuk melakukan reklamasi setelah selesai,   pasti diabaikan. Ini membahayakan secara lingkungan,” jelasnya.

Pihaknya juga meminta agar Dinas PU, Bina Marga dan Pengairan Pemkab Purwakarta meninjau ulang rekomendasinya. “Mereka pasti melintasi jalan Pemda. Mesti ditinjau ulang,” jelas Tarman. (ril/PU).

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close