BisnisHead LinePemda

LELANG PROYEK DI PEMKAB PURWAKARTA, DIDUGA KEMBALI “DIPERJUALBELIKAN”

YANG MENANG MEMBAYAR FEE 1% SAMPAI 2%

PURWAKARTA (eNPe.com) – Kepala Bagian Penyedia Barang dan Jasa Pemkab Purwakarta diduga telah melakukan jual beli lelang proyek. Satu proyek senilai Rp 2 miliar dimenangi oleh peserta lelang yang tawarannya paling mahal. Aktivis antikorupsi meminta agar Inspektorat mengaudit proses lelang 2019 di Pemkab Purwakarta.

Sumber eNPe.com yang tahu persis proses lelang itu menceritakan, ada satu lelang senilai Rp 2 miliar. Pesertanya ada tiga perusahaan. CV Amanda Mandiri menawarkan Rp 1,9 miliar, penawar kedua CV Anggada Putra mengajukan penawaran Rp 1,850 miliar, dan penawar ketiga CV Jaya Perkasa senilai Rp 1,8 miliar.

YOGI K SUPRAYOGI

“Sesuai UU mestinya yang menang CV Jaya Perkasa. Karena perusahaan ini menawarkan nilai yang paling rendah. Tapi dalam kasus ini yang menang CV Amanda Mandiri. Ini penuh rekayasa,” jelasnya.

Kasus-kasus sejenis, menurutnya, banyak terjadi. “Jadi siapa yang diduga telah membayar kepada Kepala ULP dia yang menang,” jelasnya.

Kabar yang beredar, masih menurut sumber itu, Kepala ULP Yogi K Suprayogi mengutip fee antara 1% sampai 2% per proyek. “Ini orang sok suci, tapi permainan diduga dikendalikan oleh dirinya,” jelasnya.

Seorang kontraktor lama mengeluhkan hal yang sama. “Permainannya terlalu jorok. Lelang yang mestinya transparan bisa dimain-mainkan,” jelasnya.

Ia mengaku kecewa dengan sistem lelang yang berjalan selama ini. “Sejak pak Yogi jadi Kepala ULP kita sebagai peserta lelang jadi pada putus asa. Permainannya tidak fair,” jelasnya.

MESTI DIAUDIT INSPEKTORAT

Ketua Komunitas Masyarakat Purwakarta (KMP) Zaenal Abidin meminta agar proses lelang bisa dijalankan secara transparan dan jujur. “Kalau tidak, maka negara akan rugi,” jelas Zaenal.

Pihaknya meminta agar Inspektorat mengaudit kasus ini. “Perlu diaudit agar jelas kenapa yang menang yang punya harga penawaran tertinggi. Ini kesalahan fatal,” jelasnya.

Sebelumnya, sejumlah pengusaha lokal mempersoalkan hadirnya perusahaan dari luar Purwakarta yang memenangi proyek-proyek bernilai bedar. Iwan Torana meminta agar Bupati Anne Ratna Mustika mesti berpihak kepada pengusaha asli Purwakarta.

Kepala ULP Yogi K Suprayogi ketika dikonfirmasi soal kasus ini enggan menjelaskan. Pertanyaan media ini yang dikirim melalui sms hanya dibaca saja. Yogi lebih memilih menghindar. (bay/PU).

Tags

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *