BisnisHead LinePemda

LALAM DAN ADMIN KIDANG KENCANA JOOS DIADUKAN KE JALUR HUKUM

TERJERAT UU IT DENGAN ANCAMAN 7 TAHUN PENJARA

PURWAKARTA (newspurwakarta.com) – Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Asri Purwakarta kembali digempur fitnah melalui media sosial. Menurut pemiliknya, penyeberan berita Hoax itu diduga dilakukan oleh Admin Group Facebook Kidang Kancana Joos dan dishare oleh puluhan anggotanya. Salah satu yang ngeshare berita Hoax itu adalah Lalam Martakusumah.

Pemilik RSIA Asri Rustandie menyatakan hal itu kepada newspurwakarta.com kemarin (2/6). “Ini fitnah keji untuk kesekian kalinya. Kami tahu siapa di balik penyebaran berita hoax ini. Tujuan mereka jelas ingin menghancurkan kredibilitas kami. Dan untuk kali ini kami tidak tinggal diam. Kami akan laporkan kasus pidana UU IT ini ke Polres Purwakarta,” jelas Rustandie.

RUSTANDIE

Menurutnya, pihaknya telah menunjuk pengacara untuk mengajukan tuntutan ini. “Yang kami tuntut jelas. Pertama, admin group Fb Kidang kencana Joos dan kedua semua yang ngeshare. Kami tahu salah satunya orang kepercayaan penguasa,” jelas Rustandie.

Sebelumnya, upaya menghancurkan bisnis RSIA Asri diduga  telah dilakukan secara sistematis oleh Pemkab Purwakarta. Beberapa waktu lalu, tiba-tiba bidan se Purwakarta dilarang merujuk pasien ke RSIA Asri. Pelarangan itu terjadi setelah semua Kepala Puskesmas dikumpulkan oleh Bupati Anne Ratna Mustika.

Saat itu, kepada semua Kepala Puskesmas, Anne melarang semua Bidan merujuk kepada RS yang tidak kerjasama dengan Pemkab. Atas arahan itu, para Kepala Puskesmaa kemudian melarang bidan merujuk ke RSIA Asri.

Sementara itu, Lalam Martakusumah salah satu yang ngeshare berita hoax itu mengakuinya. “Tapi kalau itu ternyata berita hoax, saya secara pribadi minta maaf,” ujarnya kepada media ini.

RSIA ASRI MEMBANTAH

Sementara itu, Manajemen Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Asri Purwakarta memastikan pelayanan kesehatan untuk ibu dan anak dengan cepat akurat dan lengkap. Selain itu, keselamatan pasien juga menjadi prioritas di rumah sakit yang berlokasi di Jalan Veteran, Purwakarta itu.

Manager Humas RSIA Asri Purwakarta, Dian Novi Setiawan, mengatakan RSIA Asri selalu memberikan pelayanan kesehatan yang professional yang berorientasi terhadap kepuasan pelanggan.

Pihaknya berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara terus menerus disertai komitmen untuk meningkatkan kompetensi tenaga medis yang diimbangi fasilitas sesuai dengan teknologi dan tepat guna tanpa menyalahi regulasi.

“Kita memiliki filosofi pelayanan hospitality serve with heart yang memiliki arti Rumah Sakit Ibu dan Anak Asri Purwakarta memberikan layanan kesehatan dengan penuh cinta kasih,” kata Dian, disela-sela agenda silaturahmi dengan sejumlah awak media, Jumat (31/5) malam.

Sementara, terkait pemberitaan yang dianggap menyudutkan pelayanan di rumah sakit tersebut, Dian menegaskan, pihaknya tidak pernah melakukan penahanan salah satu pasien dengan alasan administrasi.

Menurutnya, untuk kasus ini, ibu dan bayi sudah tercover semua oleh BPJS Kesehatan, bayi lahir spontan dan adanya penyakit penyerta (patologis), sesuai advis dokter spesialis anak di RSIA Asri, maka bayi tersebut harus dirujuk ke rumah sakit yang mempunyai fasilitas NICU dan harus ada dokter spesialis bedah anak.

“Kami dari rumah sakit sudah mencarikan rumah sakit tujuan rujukan di Purwakarta, namun semua rumah sakit dengan fasilitas NICU semua penuh, bahkan sampai dicarikan ke Bandung, tapi di Bandung pun semua penuh, dan juga  pihak keluarga menolak untuk dirujuk keluar kota,” ujarnya.

Kata Dian, Keluarga menghendaki dirujuk ke RS Siloam Purwakarta, itu sudah kami lakukan yaitu mengkonfirmasi RS Siloam tapi disana memang ruangan NICU juga penuh. “Dengan keterangan kami diatas, kami dari RSIA Asri menyangkal ada keterlambatan proses rujuk pasien karena alasan administrasi dan keuangan,” tuturnya.

LAPORKAN AKUN MEDSOS

Terhadap sejumlah akun medsos yang menyebarkan postingan dengan kalimat menyudutkan pelayanan di rumah sakit tersebut. Melalui Kuasa Hukum, Mas Muhammad Khudri, RSIA Asri Purwakarta akan melaporkan akun-akun yang dianggap mencemarkan nama baik perusahaan.

“Kita sudah inventarisir, langkah-langkah hukum akan kita ambil terhadap para penyebar berita bohong, terutama yang berkaitan dengan pelayanan RSIA Asri,” kata Muhammad Khudri.(nas/bay/PU).

Tags

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *