BisnisHead LineKriminal

KPP DAN FRAKSI PKS MINTA GUBERNUR TUTUP TAMBANG BATU PT MANDIRI SEJAHTERA SENTRA

DINILAI LALAI DAN SUDAH MERUGIKAN WARGA

TEGALWARU (eNPe.com) – Karena dinilai lalai, Komunitas Peduli Purwakarta (KPP) dan Fraksi PKS DPRD Purwakarta meminta Gubernur Jawa Barat menutup tambang milik PT Mandiri Sejahtera Sentra (MSS). Sikap tegas Gubernur ini penting, menurut Ketua KPP, untuk memberi efek jera kepada penambang lain yang selama ini merugikan warga.

Munawar Cholil, Ketua KPP menegaskan hal itu kepada eNPe.com semalam (10/10). “PT MSS jelas-jelas telah lalai saat melakukan peledakan batu menggunakan dinamit. Ini bukan musibah. Sebagai perusahaana yang sudah berjalan sejak 1996, kejadian ini pasti akibat melanggar SOP,” jelas Cholil.

DI HADAPAN WARGA DIREKTUR PT MSS BERJANJI AKAN MENGGANTI SEMUA KERUGIAN WARTA

Ia menjelaskan, dalam proses peledakan itu, PT MSS mestinya memeprhatikan tiga hal. “Pertama, struktur batu seperti apa. Ini mesti dipahami. Kedua, metode ledakan. Dan ketiga, kekuatan ledakan,” urainya.

Menurut Cholil, berdasarkan peninjauan lapangan, batu yang meluncur ke pemukiman warga itu batu yang menempel di dinding bebatuan. Akibat getarannya terlalu kuat, maka batu ini ikut terpental, meluncur ke bawah dan menerjang pemukiman warga.

“Mestinya PT MSS memperhatikan struktur bebatuan itu. Di sini lalainya. Mereka tahu struktur, tapi kekuatan ledaknya tidak diukur. Ini kelalaian kedua. Maka dari itu kalau pihak perusahaan menyatakan ini musibah, itu pernyataan salah besar,” jelasnya.

MUNAWAR CHOLIL

Karena itu, menurut Cholil, KPP akan melobi Gubernur agar menutup saja tambang itu. “Ini agar tidak terjadi lagi hal-hal yang merugikan warga,” jelas Cholil.

Pihaknya pun meminta agar aparat kepolisian memproses secara hukum. “Kita ingin menejemen bertanggung jawab secara hukum. Kita akan awasi proses hukum di Polres Purwakarta,” jelas Cholil.

FRAKSI PKS JUGA MINTA DITUTUP

Sementara itu, Fraksi PKS DPRD Purwakarta juga meminta agar Gubernur mencabut izin tambang milik PT MSS. Dalam rilisnya, PKS menilai perusahaan itu telah merugikan dan membahayakan warga.

ARTIKEL SERUPA  ASN KORBAN JUAL BELI JABATAN DIDUGA SEBANYAK 84 ORANG, TOTAL DUIT YANG TERKUMPUL Rp 4 MILIAR

Sebelumnya, hujan batu sebesar gajah, telah terjadi di Kampung Cihandeuleum, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Purwakarta, pada Selasa (8/10) lalu. Insiden tersebut mengakibatkan rusaknya 6 rumah warga,1 bangunan sekolah MDA, dan jalanan desa.

Direktur Teknik PT MSS Bambang Yudhaka ketika melakukan mediasi dengan warga menyatakan siap bertanggung jawab dan akan mengganti semua kerugian yang diakibatkan oleh ledakan ini. “Ini musibah. Dan kami akan  mengganti semua kerugian warga,” jelas Bambang. PT MSS adalah anak usaha PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk.

Sementara itu, Fraksi PKS menyatakan sikap Sebagai berikut:

1. PT MSS harus diproses secara hukum atas kejadian itu apabila terbukti lalai dan melanggar peraturan.

2. PT MSS harus menghentikan sementara proses produksi selama mediasi dengan warga belum selesai tuntas.

3. PT MSS harus memberikan ganti rugi kepada warga secepatnya, baik material ataupun non-material.

4. Meminta pemerintah untuk meninjau ulang perizinan PT MSS karena insiden tersebut.

Sebelumnya, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika dan Ketua DPRD Purwakarta Ahmad Sanusi meminta agar Gubernur mencabut izin usaha pertambangan PT MSS. (ril/PU).

Tags

Related Articles

Beri Komentar :

Your email address will not be published. Required fields are marked *