BisnisHead LineKriminal

KPKNL PURWAKARTA DIGUGAT KE PTUN, AKIBAT LELANG OBJEK YANG MASIH DALAM SENGKETA

LSM KOMPAK : KPKNL WAJIB BATALKAN HASIL LELANG ITU

PURWAKARTA (eNPe.com) – Kantor Pelayanan Kekayaan Negara Dan Lelang Purwakarta digugat ke PTUN akibat melelang objek lelang yang masih dalam sengketa. Menurut satu pengacara, lelang yang dilakukan oleh KPKNL wajib batal demi hukum.

Agus Supriyanto, SH, pengacara yang ditunjuk oleh pihak yang berperkara menyatakan hal itu kepada eNPe.com hari ini (28/8). “Kita akan gugat ke PTUN, karena objek yang dilelang paksa oleh KPKNL adalah objek yang masih bersengketa. Ini kesalahan fatal,” jelas Agus.

LUTHFI BAMALA, KETUA LSM KOMPAK PURWAKARTA, MINTA KPKNL BATALKAN LELANG YANG CACAT HUKUM

Menurutnya, objek yang dilelang itu ada di Perumahan Dian Anyar. “Kami sebagai pengacara yang sedang berperkara pada senin lalu sudah memberi tahu kepada KPKNL dan kepada semua pihak yang terlibat dalam perkara ini agar lelang dihentikan. Karena kami sudah mendaftarkan gugatan ke Badan Arbitrase Syariah Nasional (Basyarnas) pada selasa (27/8) kemarin. Tiba-tiba pihak KPKNL tetap melelang. Ini kesalahan fatal,” jelas Agus.

Untuk itu, besok, menurut Agus pihaknya sudah mengajukan gugatan PTUN di Bandung. “Kita akan gugat agar lelang hari ini dibatalkan,” jelas Agus.

LSM KOMPAK MINTA DIBATALKAN

Sementara itu Ketua LSM KOMPAK Purwakarta Luthfi Bamala meminta agar demi keadilan hukum hasil lelang hari ini di KPKNL dibatalkan. “Ini kelalaian yang fatal. Sebagai pejabat negara, pihak KPKNL mestinya memahami hal yang paling mendasar. Objek yang masih bersengketa tidak bisa dilelang. Ini pelanggaran hukum yang serius,” jelas Luthfi.

Untuk itu, LSM KOMPAK akan mendatangi KPKNL agar membatalkan hasil lelang ini. “Besok kami akan datang ke KPKNL agar lelang dicabut dan menunggu sengketa selesai,” jelasnya.

Kasus ini, jelas Luthfi, merugikan banyak pihak. “Yang sedang bersengketa juga dirugikan, yang menang lelang juga dirugikan,” jelas Luthfi.

Pihaknya menegaskan, KOMPAK akan mengadvokasi kasus ini. “Apalagi pihak yang sedang bersengketa adalah orang yang sangat berjasa ikut membesarkan LSM KOMPAK Purwakarta,” jelasnya. (ril/KDR).

Tags

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *