BisnisHead LinePemda

KOMITMEN BUPATI ANNE TERHADAP PENGUSAHA LOKAL RENDAH

PROYEK-PROYEK BESAR DIBERIKAN KEPADA PENGUSAHA DARI LUAR PURWAKARTA

PURWAKARTA (eNPe.com) – Bupati Purwakarta diam-diam memberikan proyek-proyek yang bernilai besar kepada pengusaha dari luar Purwakarta. Menurut Ketua Komunitas Masyarakat Purwakarta (KMP), ini bukti bahwa Bupati rendah komitmennya untuk membesarkan pengusaha lokal.

IWAN TORANA

Zaenal Abidin, Ketua KMP menegaskan hal itu kepada eNPe.com hari ini (13/9). “Kita tentu sangat prihatin dengan perkembangan ini. Pada 2018, pengusaha lokal bisa mendapat proyek merata. Tapi sekarang kembali tersingkir, hanya mendapat proyek sisa-sisa saja. Yang besar-besar diberikan kepada pengusaha dari luar Purwakarta,” jelas Zaenal.

Menurut Zaenal, publik perlu mengontrol kebijakan ini. “Ini pola lama untuk mempermainkan anggaran. Maka dari itu perlu kita awasi secara ketat,” jelas Zaenal.

Penelusuran media ini memperkuat dugaan itu. PT Karen Nauli misalnya. Perusahaan milik Baron Simanjuntak ini beralamat di Jl. Bambu Apus Raya No 4 Cipayung Jakarta Timur. Perusahaan ini adalah pemenang tender Pembangunan pasar Jumat senilai Rp 4,7 miliar, dan pengadaan barang ke Tajug Gede yang dikerjasamakan dengan Armed senilai Rp 10 miliar.

Pemain lama yang masih berkibar adalah Haji Karta dari Indramayu. Bahkan Haji Karta masih mendapat proyek-proyek besar sejak 2018.

PERKOPINDO TOLAK PERUSAHAAN LUAR

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Kontraktor Profesional Indonesia (Perkopindo) Purwakarta Iwan Torana menyesalkan atas kebijakan Bupati ini. “Mestinya pengusaha lokal diberi kesempatan hidup. Beri mereka proyek bernilai besar agar berkembang,” jelas Itor sapaan akrab Iwan.

Menurutnya, Perkopindo akan menolak hadirnya perusahaan dari luar Purwakarta. “Saya akan kumpulkan semua asosiasi agar berkomitmen untuk membesarkan pengusaha lokal,” jelasnya.

MUNAWAR CHOLIL

Itor menambahkan bahwa perusahaan lokal itu sanggup untuk melaksanakan proyek sebesar apapun nilainya. “Jadi kita, para asosiasi jasa konstruksi mesti tegas untuk tidak membawa perusahaan dari luar,” jelas Itor.

ARTIKEL SERUPA  SIKAP SATGAS YANG MENUTUP-NUTUPI KEMATIAN WARGA CIWARENG YANG BERSTATUS PDP CORONA, DINILAI MEMBAHAYAKAN WARGA LAIN

Sementara itu, Ketua Komunitas Peduli Purwakarta (KPP) Munawar Cholil menyatakan bahwa untuk membatasi pemain proyek dari luar itu sulit. “Karena tender yang dilakukan oleh Pemkab sudah terbuka dan siapa saja boleh mengikutinya,” jelas Cholil.

Cuma, menurut Cholil, untuk proyek Penunjukan Langsung (PL) 100% mesti diberikan kepada pengusaha lokal. “Kami meminta agar Bupati memperhatikan hal mendasar seperti ini. Idealnya pemain lokal diberi kesempatan untuk berkembang,” jelas Cholil.

Asep Burhana, Ketua Projo Purwakarta mengharapkan hal yang sama. “Bupati mesti menunjukkan komitmennya yang jelas kepada pengusaha lokal. Jangan sampai kebiasaan membesarkan perusahaan dari luar kembali terjadi,” jelas Asep.

Ia meminta agar Bupati memperhatikan hal paling mendasar ini. “Kalau Bupati tidak punya komitmen ya susah. Pengusaha lokal hanya bisa gigit jari saja,” ujarnya. (bay/PU).

Tags

Related Articles

Beri Komentar :

Your email address will not be published. Required fields are marked *