PemdaPolitikStraight News

KOMISIONER KPUD PURWAKARTA DIDUGA RETAK, EFEK RIVALITAS ANTARA MUHAMMADIYAH VS NU

PURWAKARTA (newspurwakarta.com) – Komisioner KPUD diduga retak. Situasi ini diduga dipicu oleh rivalitas antara kubu Muhammadiyah melawan NU. Menurut satu Caleg, Ketua KPUD sering mengeluhkan soal ini kepada Ketua Bawaslu Purwakarta Ujang Abidin.

“Jadi saling menjamin kepada Caleg diduga sudah mulai terjadi. Dan ini memicu ketegangan di internal mereka,” jelas Caleg yang enggan disebut namanya itu, kepada nespurwakarta.com kemarin (21/3) di Purwakarta.

KETUA BAWASLU PURWAKARTA UJANG ABIDIN

Satu Caleg DPR RI juga menuturkan hal yang sama kepada media ini. “Suara kami sudah dijamin oleh KPUD,” jelasnya. Ketika ditanya lebih detail, kubu mana yang menjamin, ia enggan menjelaskan.

Selama ini publik tahu bahwa lima komisioner KPUD kali ini berasal dari tiga ormas yang berbeda. Dua orang berlatar NU, dua orang dari Kahmi dan satu orang dari Muhammadiyah. Pada periode lalu KPUD dipegang oleh Ramlan Maulana berlatar NU, sementara kini Ketua KPUD dipegang Ahmad Ikhsan berlatar Muhammadiyah. Ramlan meski pernah kena sanksi DKPP tapi kembali terpilih sebagai komisioner KPUD.

Sumber nespurwakarta.com  dari satu Ormas yang tahu detail rivalitas itu menyatakan bahwa kubu Kahmi di KPUD diduga pecah. Satu anggota diduga berkoalisi ke Akhmad Ikhsan, satunya tidak. “Kondisi ini yang membuat repot,” jelasnya.

Bahkan, masih menurut Caleg itu, Ahmad sering berkeluh kesah ke Ketua Bawaslu soal dirinya merasa disandera oleh kubu sebelah.

Ketua Bawaslu Purwakarta Ujang Abidin membenarkan kalau pihaknya sering berkomunikasi dengan Ketua KPUD Ahmad Ikhsan. Menurutnya, perbedaan yang muncul di internal KPUD masih pada tahap wajar.

Ketika Ujang ditanya, apa benar Ketua KPUD sering berkeluh kesah kepadanya? Ujang Menyatakan bukan mengeluh. “Tapi kita diskusi tentang latar belakang organisasi yang berbeda. Ini problem tersendiri, bukan perkara gampang untuk membuat solid,” jelasnya.

Mantan Anggota KPUD Purwakarta Ade Nurdin menyatakan terjadinya rivalitas di KPUD, pihaknya tidak yakin itu bisa terjadi. “Setahu saya kalaulah ada perkubuan tidak lebih dari perbedaan pendapat saja dalam soal kinerja,” jelasnya.

Ade meyakini bahwa anggota KPUD sekarang adalah orang-orang yang dewasa. “Mereka lebih mementingkan kepentingan yang lebih besar, ketimbang urusan rivalitas,” katanya.

Sementara itu anggota Komisioner KPUD Purwakarta Salman menyatakan bahwa perpecahan di KPUD itu tidak benar. “Mungkin itu hanya opini sebagian orang saja,” katanya.

Salman menyatakan bahwa Ketua KPUD dan anggota komisioner sedang fokus menjalankan tahapan Pemilu. “Kami juga sedang fokus menjaga soliditas, profesionalisme dan integritas sebagai penyelenggara pemilu,” jelasnya. (tim/PU).

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close